Rumah Ludes Terbakar, Kakek dan Nenek Ini Masih Tinggal di Tenda

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kasihan kakek Idris dan Rukayah. Suami istri yang sudah berusia senja ini harus melanjutkan hidup di tenda seadanya. Kondisi tersebut pun terjadi berbulan – bulan lamanya, di bawah terik dan di guyur hujan.

Rukayah duduk di depan tenda tempatnya hidup sehari hari. Foto: Ist

Tahun lalu, warga RT 11 RW 06 Dusun Tolo Desa Teke Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima mengalami musibah. Rumah panggung 9 tiang milik mereka ludes dilahap api. Bantuan tanggap darurat pernah diterima dari pemerintah, berupa mie instan dan terpal.

Tapi hidup harus dilanjutkan dengan keadaan yang sedikit lebih baik dari sekarang. Bentuk perhatian dari pemerintah untuk mendirikan rumah sederhana terus diharapkan. Bagai pungguk merindukan bulan, hingga kini bantuan itu tak kunjung tiba.

“Rumah saya rata dengan tanah karena kebakaran bulan September tahun 2018. Tapi sampai saat ini belum tersentuh bantuan pemerintah,” ujar Idris, Jumat (25/1).

Kata dia, karena setiap hari harus menahan panas siang hari dan dingin di malam hari, kondisi fisik keduanya mulai menurun. Istrinya saja sudah mulai sakit – sakitan. Bahkan asuransi kesehatan seperti KIS juga belum dimiliki untuk dipakai jika sekali waktu hendak berobat. Padahal untuk mendapatkan itu sudah diajukan ke pemerintah desa.

Idris mengaku memiliki anak, hanya saja masih berada di Jakarta. Untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari, hanya bisa menerima belas kasihan dari warga sekitar. Sementara lokasi tempat tinggal sekarang, berada di lereng gunung dan tidak begitu dekat dengan pemukiman.

Untuk itu, dirinya memohon kepada Pemerintah Kabupaten Bima untuk bisa memperhatikan kondisi hidupnya sekarang bersama istri tercinta. Agar tidak lagi melanjutkan hidup ditenda yang sewaktua – waktu bisa terhempas jika diterpa angin besar.

“Besar harapan kami, agar ada perhatian dari Bupati dan Wakil Bupati Bima,” ucapnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *