RSUD Sondosia Batal Dapat Jatah Dokter Spesialis

Kabupaten Bima, Kahaba.- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sondosia batal mendapatkan 2 dokter spesialis pada bulan Februari mendatang. Itu diketahui berdasarkan surat dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI tentang pendistibusian Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) tertanggal 17 Januari lalu.

RSUD Sondosia Kabupaten Bima. Foto: IstSond

“Kita harus bersabar dulu sementara waktu,” ujar Direktur RSUD Sondosia Yulian Averos, kemarin.

Kata dia, itu disebabkan tidak adanya dokter spesial baru yang wisuda. Sehingga banyak rumah sakit di NTB yang tidak mendapatkan distribusi dokter pada Februari mendatang.

“Bukan saja RSUD Sondosia. Tapi sejumlah rumah sakit lain di NTB tidak mendapatkan distribusi dokter bulan Februari,” katanya.

Meskipun belum mendapatkan distribusi dokter spesialis pada bulan Fubruari sambung Yulian, rumah sakit setempat masih punya harapan untuk mendapatkan dokter pada bulan November atau Februari 2020.

“Karena ada 2 kali distribusi dokter dalam setahun,” jelasnya.

Sebelumnya, rumah sakit setempat telah mengajukan permohonan 2 dokter spesialis. Yakni dokter spesialis anak dan penyakit dalam.

Ditanya apakah tidak adanya dokter akan mempengaruhi akreditasi yang sedang dipersiapkan rumah sakit setempat? Yulian menjelaskan sama sekali tidak. Karena masih ada indikator lain yang menjadi pertimbangan akreditasi.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *