Tingkatkan Pemahaman Agama Siswa, MAN 1 Bima Rutin Gelar Kultum

Kabupaten Bima, Kahaba.- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Bima rutin menggelar Kuliah 7 Menit (Kultum) di sekolah. Kegiatan yang ditangani langsung Pembina Agama tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keislaman siswa sekolah setempat.

Siswa MAN 1 Kabupaten Bima saat mengikuti Kultum. Foto: Yadien

Pembina Agama MAN 1 Kabupaten Bima Nirman mengatakan, kultum rutin dilaksanakan setiap hari Jumat sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung. Selain hari Jumat, sejumlah kegiatan keagamaan lain juga rutin dilaksanakan pada hari lain.

“Kalau hari lain kami rutin melakukan ceramah agama setelah sholat dhuhur bersama, pesantren kilat, tahfizul qur’an, tahsin qur’an, tilawah qur’an, yasinan dan marawis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, semua kegiatan keagamaan yang laksanakan tersebut sebagai upaya dalam rangka meningkatkan kualitas pemahaman keislaman siswa. Sehingga siswa memiliki pemahaman keislaman yang baik dan benar, serta tidak mudah tersesat ketika sudah tamat dari sekolah.

“Karena saat ini banyak paham dan aliran sesat yang tersebar. Siswa harus dibekali ilmu yang benar dulu,” tuturnya.

Kepala Sekolah MAN 1 Kabupaten Bima Muhammad Amin mengatakan, dirinya sangat mendukung kegiatan keagamaan tersebut. Sebagai sekolah dengan latar belakang agama, memang sudah seharunya memiliki program dan kegiatan yang lebih dalam bidang keagamaan.

“Saya sangat apresiasi sekali. Sebagai sekolah agama memang harus begitu,” pujinya.

Ia berharap, program-program tersebut bisa berjalan dengan baik. Bahkan kalau bisa ditingkatkan lagi. Kepada semua guru dan siswa dirinya juga berharap agar bekerja sama dan saling mendukung menyukseskan kegiatan dimaksud.

“Yang tidak kalah penting, kami sangat berharap adanya dukungan masyarakat dan pemerintah,” harapnya.

*Kahaba-10

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *