Tebing Sungai Tak Kunjung Diperbaiki, Kehidupan Warga Sangiang Terancam 

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kondisi tebing sungai di Desa Sangiang yang longsor tahun 2017 kini bertambah parah. Keadaan itu praktis pengikisan tanah semakin meluas dan merambat mendekati pemukiman warga.

Kondisi tebing yang semakin rusak dan mengancam kehidupan warga. Foto: Ist

“Kondisi ini sudah lama, banyak masyarakat yang takut dengan keadaan tebing itu. Setiap hari kami dihantui gelombang banjir. Keadaan ini dapat merenggut nyawa masyarakat sekitar,” ungkap pemuda asal sangiang Wiro Ardiansyah, Jumat (25/1).

Kata dia, tahun 2018 lalu Bupati Bima bersama Gubernur NTB yang mengahadiri Event Festival Sangiang Api telah meninjau lokasi bencana. Namun sampai saat ini, belum ada tindaklanjut. Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTB melalui BPBD yang mengukur panjang tebing sungai diperkirakan panjangnya 400 meter, dan membutuhkan alokasi dana sekitar miliaran rupiah.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bima dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bisa memperbaiki kondisi tebing ini. Mengingat kondisinya sudah masuk parah,” ujarnya.

Saat ini sambung pria yang juga Ketua Cabang PMII Bima itu, saat ini musim hujan dan sangat berpotensi terjadinya banjir. Jika itu terjadi, tentu dapat mengakibatkan tebing sungai itu longsor dan kehidupan warga terancam.

“Untuk sekarang masyarakat Desa Sangiang hanya bisa berupaya melakukan penanggulangan bencana secara swadya. Harapannya bisa mencegah terjadinya longsor,” tuturnya.

*Kahaba 07

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *