Walikota Bima Akan Budayakan Anak-Anak SD Menanam Pohon Tiap Kenaikan Kelas

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima HM Lutfi berkeinginan agar sejak dini anak diajarkan untuk peduli terhadap lingkungan dan budaya menanam. Cara yang ingin dilakukan yakni anak – anak Sekolah Dasar (SD) harus dibudayakan untuk menanam pohon setiap kenaikan kelas.

Walikota Bima saat menanam pada kegiatan acara penanaman perdana bersama Danrem 162 Wira Bhakti, di Kelurahan Lelamase. Foto: Hum

“Penanaman ini juga dimaksudkan untuk mencadangkan air untuk anak-anak kita. Pemerintah Kota Bima juga nantinya akan membudayakan anak-anak sekolah dasar untuk menanam pohon setiap kenaikan kelas,” ujar Walikota saat menyampaikan sambutan pada acara penanaman perdana dalam rangka rehabilitasi hutan di Wilayah Kodim 1608/Bima, bersama Danrem 162/Wira Bhakti, di Kelurahan Lelamase Kecamatan Rasanae Timur, Sabtu (26/1).

Plt Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima H A Malik saat dikonfirmasi lebih jauh pernyataan Walikota Bima itu menjelaskan, memang Walikota Bima berkeinginan agar mulai dari kecil, siswa dan siswi mulai mencintai lingkungan dan menanam pohon. Diharapkan dengan menanam pohon, ada kewajiban positif yang harus dilakukan generasi terhadap lingkungan.

“Rencananya akan diberlakukan tahun ini, nanti akan digodok juga regulasinya, sebagai pedoman pelaksanaan rencana kegiatan tersebut. Termasuk juga nanti ASN untuk kenaikan pangkat, harus menanam pohon,” tuturnya.

Kata Malik, untuk wilayah penanamannya nanti akan diformulasikan dulu dan dibuat zona. Setelah itu, siswa dan siswi akan diarahkan untuk melakukan penanaman pada zona yang ditentukan.

Ia menambahkan, inti dari keinginan Walikota Bima tersebut bagaimana siswa dan siswi mulai mencintai lingkungan dan memahami. Bahwa dengan mulai menanam pohon, akan menjadi amal jariah mereka, selain dari nilai lingkungan yang akan disentuh sejak dini.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *