Wakil Rakyat Ini Protes Penggunaan BPJS di RSUD Bima

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Nazamuddin memprotes kebijakan soal penggunaan BPJS Kesehatan oleh warga miskin di RSUD Bima, Senin (28/1). Padahal sudah mengantongi jaminan untuk berobat, tapi tetap membayar kebutuhan obat.

Nazamuddin saat melayangkan protes di Bagian BPJS Center RSUD Bima. Foto: Bin

Nazamuddin mengaku, yang sakit tersebut keluarganya Ismail warga Kelurahan Kodo. Masuk rumah sakit pada hari Jumat pekan lalu. Kemudian pada hari Senin berikutnya ditunjukan kartu BPJS Kesehatan dan dibuatkan jaminan.

Namun yang membuatnya heran, selama pemenuhan kebutuhan obat. Ismail tetap membayar. Padahal setahunya, warga Kota Bima sudah dibebaskan semua biaya karena sudah memiliki BPJS Kesehatan.

“Sudah ada jaminannya. Tapi kenapa obat yang disuruh ambil harus dibayar,” sorotnya.

Kata Nazamuddin, Ismail sudah satu pekan dirawat di RSUD Bima. Saat ini pun masih dirawat. Tapi dirinya harus mengonfirmasi ke RSUD Bima, karena mendengar adanya keluhan warga miskin tersebut.

Ia juga mengkritik pelayanan BPJS di RSUD Bima tersebut, yang masih menyuruh pasien membayar obat. Padahal sudah memiliki BPJS Kesehatan. Padahal dirinya memastikan Pemerintah Kota Bima sudah mengalokasikan anggaran untuk BPJS Kesehatan tahun 2018 lalu untuk semua warga Kota Bima.

“Warga Kota Bima sudah bebas BPJS, kenapa masih disuruh bayar,” sorotnya.

Untuk itu, dirinya meminta kepada RSUD Bima agar mengembalikan semua biaya yang sudah dikeluarkan oleh Ismail. Tidak hanya itu, Nazamuddin meminta agar RSUD Bima untuk lebih meningkatkan lagi pelayanan.

Sementara itu, Bagian BPJS Center RSUD Bima Rosmiati saat dimintai komentar memahami tuntutan keluarga pasien tersebut. Ia menilai ada miskomunikasi pada awal pasien masuk.

“Memang awal masuk IGD, harus diberitahu apakah memiliki BPJS atau tidak. Kalau ada BPJS, maka akan dibuatkan jaminan. Mungkin Karena hari libur Sabtu dan Minggu, akhirnya hari Senin jaminan itu keluar,” katanya.

Apabila sudah ada jaminan BPJS sambungnya, maka obat yang dibeli oleh pasien, uangnya akan dikembalikan.

*Nanti kita akan coba bicarakan akan tidak terjadi miskomunikasi,” tuturnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *