Di PHP, Sahrul Akan Kembalikan SK Sekcam Madapangga

Kabupaten Bima, Kahaba.- H Sahrul Ahmad yang baru saja ditugaskan Bupati Bima sebagai Sekertaris Camat (Sekcam) Madapangga saat pelantikan, Senin (28/1) menolak jabatan barunya sebagai Sekcam Madapangga. Ia merasa di Pemberi Harapan Palsu (PHP) oleh salah seorang oknum pejabat lingkup pemerintah Kabupaten Bima.

Sekcam Madapangga H Sahrul Ahmad. Foto: Yadien

“Saya berencana akan mengembalikan SK itu dan siap mengundurkan diri dari jabatan sebagai Sekcam Madapangga,” ujarnya, Selasa (29/1).

Kata dia, dirinya melakukan itu bukan menolak kebijakan Bupati Bima. Tapi kesal dengan ulah oknum pejabat tersebut yang telah memberikan harapan palsu. Bahkan ia sengaja menulis status di Facebook dengan harapan agar dipanggil oleh pemerintah.

“Sebab ulah oknum itu mengakibatkan rencana saya untuk pindah ke Pemkot Bima tertunda,” katanya.

Sahrul berencana untuk pindah tugas ke Pemkot Bima sudah lama, pasca Kantor Bupati Bima dipindahkan di Desa Godo Kecamatan Woha. Karena pertimbangan jarak antara tempat tinggal di Kota Bima dengan kantor Bupati Bima terbilang jauh.

Namun rencana tersebut ditunda karena beberapa hari sebelum dilakukan pelantikan, dirinya dipanggil oleh oknum pejabat tersebut di salah satu Kantor Dinas di Kabupaten Bima dan menjanjikan dirinya akan ditempatkan sebagai Camat Madapangga.

“Awalnya saya tidak terima karena istri dan anak saya tinggal di Kota Bima,” ungkapnya.

Oknum pejabat tersebut kata Syahrul kembali menelpon dan meminta kesiapan dirinya menjadi Camat Madapangga. Setelah musyawarah dengan istri dan keluarga dirinya lalu menerima tawaran tersebut.

“Kalau hanya sekedar menjadi Sekcam dari dulu saya ditawari jabatan itu,” ketusnya.

Untuk itu Sahrul berharap, setelah mengembalikan SK sebagai Sekcam Madapangga, dirinya akan mendapat rekomendasi dari Bupati Bima untuk pindah ke Kota Bima.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *