Mey, Remaja Asal Kota Bima Runner Up II Putri Indonesia NTB

Kota Bima, Kahaba.-  Mey, sedikitpun tidak pernah menyangka bakal meraih Runner up II pada Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia NTB Tahun 2019, di area Wyndham Sundancer Resort Lombok, Sabtu pekan kemarin.

Runner up II Putri Indonesia NTB asal Kota Bima Sherly Anastesia Meilenia (Paling Kanan) saat malam grand final. Foto: Ist

Sebagai salah satu wakil NTB asal Kota Bima, perempuan yang memiliki nama lengkap Sherly Anastesia Meilenia kini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang pemilihan Puteri Indonesia 2019 yang digelar bulan Maret 2019.

Saat menghubungi media ini, remaja asal Kelurahan Sadia Kecamatan Mpunda itu menceritakan proses yang antarkannya meraih prestasi membanggakan tersebut. Sehari sebelum pemilihan dimulai. Ia dihubungi untuk mengikuti seleksi Pemilihan Puteri Indonesia NTB Tahun 2019.

“Awalnya Mey tidak ingin, ragu. Tapi tidak apa-apa dicoba dulu. Karena saya pikir juga belum ada dari Bima yang ikut ajang tersebut,” katanya.

Sejumlah data – data diri pun diserahkan kepada panitia penyelenggara. Seperti Curriculum Vitae dan beberapa foto. Kemudian diseleksi seperti tinggi badan, berat badan dan interview dan sama tes tulis. Akhirnya lolos sebanyak 20 orang, dan menjalani karantina.

Dari 20 peserta tersebut diseleksi menjadi 10 peserta. Jumlah yang tersisa lalu menjalani rangkaian seleksai di atas panggung. Seperti sesi tanya jawab, dinilai cara jalan, berbicara dan menjawab pertanyaan juri dari Kapolda NTB, panitia dari Jakarta Bapak Mega Angkasa dan Ibu Kusuma Dewi Susanto.

Runner up II Putri Indonesia NTB asal Kota Bima Sherly Anastesia Meilenia. Foto: Ist

“Kemudian malam itu juga diumumkan 3 besar. Paradila Anisa Saphira dari Sumbawa Besar sebagai Putri Indoesia NTB 2019, Runner up I terpilih Syarifa Farhani dari Kabupaten Lombok Tengah, dan Runner up II saya sendiri dari Kota Bima,” ungkap remaja berusia 19 tahun tersebut.

Untuk mewakili NTB, saat ini alumni SMAN 1 Kota Bima sedang mempersiapkan bekal, sembari menunggu job di Mataram. Karena 3 finalis tersebut sudah dikontrak oleh Mustika Ratu. Dirinya juga mempersiapkan untuk menambah kemampuan dan wawasan, attitude serta fisik.

“Persiapannya lebih ke diri sendiri semua, tidak didampingi oleh tim maupun dari panitia. Setelah itu, Maret berangkat ke Jakarta untuk mengikuti ajang Putri Indonesia Tahun 2019,” katanya.

Mey mengaku langkah yang sudah digeluti ini didukung penuh oleh orang tuanya Anwar dan Erli. Demikian juga dari kerabat dan teman – temannya. Mereka terus memberikan suport agar dirinya mampu melalui semua proses.

Dalam waktu dekat juga, perempuan yang masih menempuh kuliah di AMIKOM-ASM Mataram ini akan pulang ke Bima untuk menggali kemampuan dan potensi yang ada di daerah. Kemudian berencana mendatangi Walikota Bima dan Bupati Bima, memohon doa restu dan dukungan.

“Kepada seluruh masyarakat NTB, khususnya masyarakat Bima dimanapun berada, Mey minta dukungan doa,” ucap anak ke-3 dari 5 bersaudara itu.

Untuk diketahui, Mey sejak dulu cukup aktif di berbagai kegiatan. Seperti menjadi Mayoret drum band SDN 02 Kota Bima, Mayoret drum band SMPN 01 Kota Bima, pembawa baki Paskibraka pad tahun 2015 dan tahun 2016. Menjadi anggota OSIS SMAN 01 Kota Bima, anggota pramuka, drum band SMAN 1 Kota Bima. Tidak hanya itu, Mey juga pernah meraih juara 1 lomba karya ilmiah remaja se-Kota Bima, dan menjadi finalis Duta Pariwisata.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *