Pemilu 2019, Bawaslu Kota Bima Buka Pendaftaran Pengawas TPS

Kota Bima, Kahaba.- Jelang pelaksanaan Pemilu 2019 yang tinggal hitungan hari, Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Bima saat ini mulai mempersiapkan perangkat u tuk melakukan pengawasan di tingkat TPS.

Ketua Bawaslu Kota Bima Muhaemin. Foto: Hardi

“Kita mulai rekrut anggota pengawas TPS lebih awal, mengingat kebutuhan dan pengalaman di Pilkada 2018 kami kesulitan mendapat calon pengawas di tingkat TPS. Penyebab utama karena masyarakat terlebih dahulu digenjot oleh saksi partai politik dan KPU,” ujar Ketua Bawaslu Kota Bima Muhaemin, Senin (4/2).

Menurut dia, bisa dibayangkan jika saja kalau KPU mengambil 9 orang, maka 7 orang KPPS dan 2 Linmas. Jika 9 x 471 TPS di Kota Bima, maka sudah mencapai ribuan orang, ditambah 2 masing-masing di partai politik. Maka 2 x 16 partai, sudah berapa banyak orang yang dibutukan.

Kata Muhaemin, sebelum ini, dirinya telah menggelar rapat koordinasi dengan seluruh Panwaslu di tingkat kecamatan dengan model agenda yang sama yaitu persiapan rekrutmen pengawas TPS.

“Pengumuman ini telah dimulai dan 6 hari yang lalu. Setelah itu baru dilaksanakan penerimaan berkas,” ungkapnya.

Menurut dia. kalau ada yang tidak mendaftar sesuai kebutuhan dalam 1 kelurahan terdapat 5 TPS, maka akan diberikan perpanjangan waktu sampai yang target tercapai. Sebab, yang dibutuhkan untuk mendaftar minimal 10 orang setiap satu kelurahan. Jika misalnya dalam 1 kelurahan ada 5 TPS, maka minimal yang harus mendaftar itu 10  orang.

Muhaemin juga menuturkan, ada tahapan wawancara dalam rekrutmen ini, yakni dengan 3 aspek yang akan dinilai. Seperti pengetahuan tentang pemilu, komitmen, dan integritas.

“3 poin tersebut merupakan hal penting dalam perekrutan,” tuturnya.

Setelah melalui tahap wawancara maka akan diumumkan dan dilantik serentak diseluruh indonesia pada tanggal 25 Maret 2019.

*Kahaba-07

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *