Soal Air, Picu Bentrok Warga Kendo dan Kabanta, Dewan Diminta Peduli

Kota Bima, Kahaba.- Air merupakan kebutuhan vital. Kekurangan air juga bisa memicu keributan. Seperti yang terjadi antara warga di Kelurahan Kendo dan warga Lingkungan Kabanta Kelurahan Nungga. Masalah air di sana telah menjadi persoalan serius.

Reses DPRD Kota Bima di Kelurahan Oi Mbo. Foto: Deno

Ketua LMP Kelurahan Kendo Mubin, dihadapan 9 orang anggota dewan yang mengadakan Reses Masa Sidang I Dapil 3, Rabu (6/2) mengungkapkan, saat ini air yang berada di tegalan Lingkungan Kabanta tidak pernah sampai di tegalan warga Kelurahan Kendo. Kondisi tersebut akan menimbulkan reaksi warga dan masalah yang tidak sepele.

Maka untuk mengantisipasi terjadinya bentrok antara kedua warga, ia merasa perlu adanya pertemuan khusus untuk membahas persoalan dimaksud.

“Kami sangat berharap anggota dewan serius menangani masalah ini, jika tidak kedua warga bisa bentrok dan terus menciptakan kondisi yang tidak aman,” ujarnya.

Kata Mubin, saluran pipa air warga Kendo dan warga Kabanta berbeda. Begitu juga dengan sumber air pemasangan pipa tersebut. Tapi yang terjadi, air tidak sampai ke warga Kendo dan sekitarnya. Sehingga warga tidak bisa mencukupi kebutuhan air sehari – hari dan lahan pertanian.

Di tempat yang sama, Kepala Kelurahan Kendo Surya Mahyidin Ridha menyampaikan kebutuhan yang tidak kalah penting adalah pengadaan bak sampah dan truk sampah di kelurahan setempat. Selama ini warga membuang sampah di sungai, mengakibatkan air sungai kotor dan tercemar.

“Kami minta satu kali sepekan datang truk sampah, biar warga menyimpan sampah dalam karung dan plastik untuk dimuat dalam truk,” inginnya.

Warga lain juga meminta anggota dewan memperjelas wilayah Kelurahan Kendo dan Kelurahan Penanae. Karena ada warga kendo yang masih tinggal di wilayah Kelurahan Penanae, padahal tanah yang ditempati warga tersebut berada di wilayah Kelurahan Kendo.

Di lokasi reses, Ketua DPRD Kota Bima Samsurih berjanji akan segera memanggil semua Lurah Kendo dan Nungga, berikut dengan RT RW dan tokoh masyarakat untuk membahas persoalan air tersebut di Kantor DPRD.

“Kita akan selesaikan, diminta kepad awarga untuk menahan diri dan tidak mengambil tindakan yang dapat mengganggu keamanan,” janjinya.

Anggota dewan H Armansyah juga berjanji akan segera merealisasikan permintaan truk sampah tersebut. Menurutnya, itu masalah mudah untuk segera diselesaikan. Mengenai pemetaan wilayah, lurah juga diminta untuk segera layangkan surat secara resmi ke pemerintah daerah, agar persoalan ini segera diselesaikan.

“Masalah truk sampah itu masalah mudah, kami akan segera merealisasikanya,” kata Armansyah.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *