Saat Reses, Warga Dara Keluhkan Soal Pemotongan Dana PKH

Kota Bima, Kahaba.- Hari kedua reses anggota DPRD Kota Bima Dapil II untuk Kelurahan Dara dan Paruga di Kelurahan Dara, Kamis (7/2), 11 anggota dewan banyak menerima keluhan masyarakat.

Reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil II di Kelurahan Dara. Foto: Eric

Seperti disampaikan Ifansyah warga Kelurahan Dara, meminta agar dewan memanggil Dinas Sosial Kota BIma, terkait pemotongan dana PKH yang hampir 75 persen.

“Puluhan warga lingkungan Niu mendapatkan bantuan PKH sekitar Rp 2 juta. Namun yang sampai pada penerima manfaat, hanya Rp 500 ribu,” ungkapnya.

Lebih memilukan lagi kata Afiansah, dugaan praktek pungli yang dilakukan oknum petugas PKH yakni menemani masyarakat penerima bantuan sampai pada Bank yang telah ditunjuk. Hanya saja, setelah penerima manfaat menandatangani bantuan senilai Rp 2 juta, justeru diberikan buku tabungan saja, sedangkan ATM dipegang petugas PKH.

Setelah penerima bantuan pulang ke rumah, baru disusul kemudian memberikan bantuan Rp 500 ribu. Inipun bukan hanya 1 warga saja, tapi masih ada beberapa warga lain yang mendapat perlakuan seperti itu.

“Kami meminta anggota dewan menindaklanjuti serius masalah ini,” inginnya.

Sementara itu Syafruddin warga Kelurahan Paruga menagih anggota dewan yang pernah menjanjikan membantu pembangunan kantor kelurahan yang baru, tapi belum terealisasi. Sebab, sudah 10 tahun warga Paruga bermimpi mempunyai kantor baru, tapi sampai saat ini belum pernah terwujud.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR Sudirman DJ berjanji akan menangani serius dugaan pemotongan dana PKH. Pihaknya akan segera koordinasi dengan Komisi II dan memanggil dinas terkait secepatnya.

Sementara itu terkait permintaan pembangunan lantor Lurah Paruga yang baru, Alfian Indra Wirawan berjanji bersama 10 anggota dewan lainnya yang hadir untuk memperjuangkannya, agar dianggarkan pada APBD Murni tahun 2020.

“Inshaa Allah bila masyarakat mempercayai kami lagi untuk mengemban amanah, maka tahun 2020 kami siap memperjuangkan dan merealisasikan,” janjinya.

Pantauan media, sebagian masyarakat lain yang menghadiri reses, turut meminta pemekaran kelurahan baru dari sebelumnya Kelurahan Dara. Kemudian dana bakulan, lapangan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan dan tanah pembebasan untuk kuburan.

Menjawab permintaan warga tersebut, seluruh anggota dewan sepakat untuk membahas dan memprioritaskan mana saja program yang sangat urgen untuk kepentingan masyarakat. Tentunya dengan melihat postur anggaran.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *