Warga Oi Mbo Minta Pembangunan Merata di Wilayah Timur

Kota Bima, Kahaba.- Warga di wilayah timur Kota Bima kembali menyorot ketimpangan pembangunan. Selama ini, di wilayah barat selalu menjadi skala prioritas. Diskriminasi perhatian tersebut dikemukakan warga saat menghadiri reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil III di Kelurahan Oi Mbo, Kamis (7/2).

Warga Oi Mbo saat menghadiri reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil III. Foto: Deno

Tokoh pemuda Kelurahan Oi Mbo Farid Fakhi menyampaikan, sejak adanya Pemerintah Kota Bima hingga sekarang, pembangunan infrastruktur di wilayah timur memperihatinkan. Sebab, pemerintah terlalu fokus membangun di wilayah barat.

“Mestinya tidak ada tebang pilih, pembangunan harus merata semua wilayah,” katanya.

Padahal jika dilihat dari sisi kebutuhan infrastruktur, tidak saja menjadi kebutuhan wilayah barat. seluruh masyarakat di wilayah timur juga menginginkan hal yang sama. Tidak saja, infrastruktur yang menyangkut kepentingan umum, pembangunan dari sektor pendidikan juga dianaktirikan.

Ditemui kembali media ini setelah menyampaikan aspirasi, Farid mengaku selama ini memang fakta perhatian dari pemerintah seperti mengabaikan kepentingan warga di wilayah timur. Dari hal kecil saja seperti lampu jalan, daerah di timur masih banyak yang gelap gulita. Sementara disepanjang jalan wilayah barat, kerlap kerlip lampu menghiasi hampir seluruh ruas jalan. Demikian pula di jalan lingkungan masing – masing kelurahan, sudah dipenuhi lampu jalan.

Belum lagi urusan yang lebih besar dari itu, misal sejumlah jalan lingkungan di beberapa kelurahan, masih banyak yang belum diaspal dan dihotmix. Sementara di barat, nyaris semua kelurahan sudah diaspal licin.

“Ketimpangan ini tentu membuat kami iri hati. Bagaimana tidak, perbedaan perhatian dari pemerintah ini begitu mencolok,” kritiknya.

Pada kesempatan itu, Farid juga meminta pada anggota dewan untuk membantu pembangunan toilet masjid dan pembebasan lahan untuk emperan masjid di RT 10. Selain itu, kondisi mata air di Oi Mbo semakin hari semakin berkurang, akibat rusaknya sumber mata air karena banjir bandang tahun 2016 lalu. Kondisi air sekarang sangat menyulitkan para petani untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian.

Di tempat yang sama, tokoh wanita Kelurahan Oi Mbo Rohana menyampaikan kondisi dan nasib 70 persen perempuan di Oi Mbo, yang hingga kini masih mencari nafkah sebagai kuli batu kerikil. Terhadap kondisi itu, pemerintah diminta untuk segera menyikapi serius. Minimal diberikan bantuan dan pelatihan agar membangun usaha yang jauh lebih baik untuk menyambung hidup.

“Mana janji Walikota yang mau membuka 10 ribu lapangan pekerjaan itu, realisasikan janji itu,” sindirnya.

Ketua DPRD Kota Bima Samsurih saat menyikapi sorotan warga tentang perhatian pembangunan mengatakan, infrastruktur akan segera dibangun di wilayah timur. Seperti bangunan Puskesmas Rasanae Timur yang terbengkalai sejak lama akan dibangun Paruga Nae.

Tidak itu saja, pemerintah yang sekarang akan mulai memberikan perhatian pembangunan untuk semua wilayah. Apalagi di timur yang selama ini dinilai selalu diabaikan.

“Pada visi misi Walikota dan Wakil Walikota Bima Lutfi-Feri, sudah tertuang semua program pembangunan yang berkelanjutan untuk semua wilayah,” paparnya.

Mengenai usaha untuk perempuan Oi Mbo, Samsurih memastikan pemerintah sudah menyediakan anggaran Rp 12,5 miliar untuk pemberdayaan pemuda dan Kelompok Usaha Bersama (KUBe). Tentu saja anggaran itu akan membantu masyarakat untuk membuka usaha.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Bima Nazamudin selaku pemandu reses juga langsung merealisasikan permintaan warga untuk membangun toilet masjid. Di depan ratusan warga Oi Mbo, Nazamudin bersama semua wakil rakyat di Dapil III akan memberikan sumbangan sebanyak 100 sak semen.

“Sumbangan dari 9 anggota DPRD bukan bersifat politis, tapi ini akan menjadi amal ibadah kami,” ujarnya.

“Kahaba-05

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *