Dinas Tenaga Kerja Panggil Jajaran FIF Bima, Begini Hasil Klarifikasinya

Kota Bima, Kahaba.- Menindaklanjuti persoalan yang diungkap karyawan FIF Cabang Bima, tentang kerja di luar jam kerja dan tidak dibayarkannya gaji lembur, Dinas Tenaga Kerja Kota Bima memanggil jajaran FIF Cabang Bima untuk memberikan klarifikasi. (Baca. Di FIF Bima Terapkan Kerja Rodi, Karyawan Dipaksa Masuk Meski Hari Libur)

Kabid Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Kota Bima Abdul Haris. Foto: Bin

Kabid Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Kota Bima Abdul Haris mengakui, pihaknya panggil jajaran FIF Cabang Bima Rabu kemarin sekitar pukul 13.00 Wita. Sementara pihak FIF Cabang Bima yang datang sebanyak 3 orang yaitu Aris, Ayu dan Rina.

“Kita panggil memang dalam rangka mengkonfirmasi terkait adanya protes karyawan FIF Cabang Bima yang dimuat oleh media,” ujarnya, Kamis (8/2).

Dari hasil pemanggilan itu kata Haris, menurut pihak manajemen FIF Cabang Bima ada miskomunikasi. Miskomunikasi yang dimaksud adalah karyawan mengatakan bahwa bekerja di luar jam kerja itu merupakan lembur. Tetapi sesungguhnya versi manajement FIF Cabang Bima, itu tidak lembur.

Karena di FIF Cabang Bima, karyawan bekerja ditentukan target. Seperti dalam sebulan harus terpenuhi apa yang jadi target. Ketika dalam waktu evaluasi mingguan atau akhir bulan, target yang ditentukan tidak tercapai. Maka karyawan kemudian diminta untuk melakukannya agar bisa tercapai.

“Kejar target inilah yang dimaksud dengan manfaatkan waktu libur untuk bekerja. Namun oleh karyawan menganggapnya lembur,” ungkapnya.

Haris juga mengutarakan, berdasarkan pengakuan pihak FIF Cabang Bima, jika saat menyuruh karyawan mengejar target, mereka merasa tidak pernah mengeluarkan surat perintah lembur secara resmi. Kalaupun ada, maka lembur pun tetap akan dibayar oleh perusahaan.

Namun untuk persoalan yang disampaikan karyawan di media tersebut, lebih sering dilakukan dengan menyuruh secara lisan untuk mengejar target. Diminta untuk bekerja dan memanfaatkan waktu yang tersisa atau pada hari libur, agar target bisa tercapai.

“Makanya saya ingatkan kepada manajement FIF juga untuk hati-hati menggunakan kata lembur, biar tidak salah penafsiran dari karyawan,” tegasnya.

Haris juga mengakui, langkah yang dilakukan FIF Cabang Bima ini tidak salah. Karena kebijakan itu dianggap telah membantu karyawan, dalam rangka pemenuhan kekurangan target. Karena FIF Cabang Bima juga menginginkan agar setiap target yang diberikan oleh perusahaan, tercapai oleh karyawan. Apabila tercapai, maka akan diberikan reward.

“Jadi tidak benar terjadi kerja rodi di FIF Bima. Yang ada adalah membantu bagaimana karyawan bisa memenuhi target. Salah satu caranya yakni masuk kerja di hari libur bagi yang bersedia,” tuturnya.

Terhadap klarifikasi yang sudah disampaikan oleh manajement FIF Cabang Bima tersebut, Haris juga mengakui tidak lantas percaya jika itu merupakan suatu kebenaran. Maka dari itu, pihaknya merasa perlu untuk melakukan kroscek dan mengumpulkan data-data dengan mendatangi kantor FIF Cabang Bima.

Setelah itu, memanggil karyawan yang melaporkan ke media untuk bersurat dan menyampaikan laporannya ke Dinas Tenaga Kerja, agar bisa dilakukan klarifikasi ke karyawan dimaksud. Apabila karyawan enggan melapor karena merasa akan diintimidasi dan dipecat oleh manajement FIF Cabang Bima, Haris memastikan itu tidak akan dilakukan.

“Jangan takut, kami juga wajib melindungi karyawan dan identitasnya, kalau karyawan tidak ingin dibuka identitas mereka,” tuturnya.

Untuk itu, Haris berharap karyawan FIF Cabang Bima bisa melapor secara resmi ke Dinas Tenaga Kerja. Karena penting ada klarifikasi dengan karyawan. Jika tidak, maka tidak akan ada solusi yang bisa ditemukan dari persoalan tersebut.

Terhadap masalah ini juga, dirinya meminta kepada manajement FIF Cabang Bima untuk mengoreksi dan evaluasi diri. Sebab, protes karyawan terhadap manajemen kerja juga menjadi sesuatu yang wajar.

“Kalau pun benar karyawan ini didzolimi oleh manajemen kerja, wajar mereka melakukan protes,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *