Warga Jatibaru Barat Minta Dewan Berbuat Soal Pemadaman Listrik

Kota Bima, Kahaba.- Di hadapan 5 orang anggota DPRD Kota Bima yang menggelar reses, warga Kelurahan Jatibaru Barat Hidayat menyorot soal pemadaman listrik di luar jadwal oleh PLN Bima. kepada para wakil rakyat tersebut ia meminta agar bisa berbuat, agar kebijakan pemadaman ini segera berakhir.

Warga saat menghadiri reses DPRD Kota Bima di Jatibaru Barat. Foto: Bin

“Pemadaman ini sudah berlangsung lama, kami melihat pemerintah maupun dewan hanya diam saja. Tidak upaya dan perbuatan untuk menghentikan pemadaman,” sorotnya di lokasi reses di Lingkungan Lela 2 Kelurahan Jatibaru Barat, Jumat sore (8/2).

Menurut pria yang juga Sekretaris Karang Taruna kelurahan setempat itu, pemadaman listrik di luar jadwal membuat sejumlah peralatan elektronik warga rusak. Tidak hanya itu, kebijakan itu membuat warga sangat merasa tidak nyaman.

“Bagaimana mungkin langkah dewan dan Pemerintah Kota Bima menyelesaikan masalah ini. Mendatai PLN mungkin atau bagaimana,” katanya.

Selain pemadaman listrik, Hidayat juga menyorot soal penerangan jalan yang belum sepenuhnya bisa dinikmati oleh warga Lingkungan Lela 2. Padahal setahunya, warga yang memakai listrik tetap membayar pajak penerangan jalan saat membayar listrik.

“Kami juga butuh penerangan jalan, sama seperti warga yang sudah dapat menikmati lsitrik di jalan,”

Selain menyampaikan aspirasi mengenai pemadaman listrik, warga lain juga mengarapkan agar dewan memperbaiki sejumlah jalan di lingkungan setempat. Pembukaan jalan baru di wilayah pertanian dan beberapa infrastruktur lain.

“Kami juga mengharapkan agar dewan bisa membantu pembangunan Musholla Al Ikhlas, untuk kelancaran ibadah warga,” harapnya.

Di tempat yang sama, anggota DPRD Kota Bima M Nor yang ditunjuk sebagai juru bicara menjelaskan, sejak awal memang pihaknya berencana memanggil jajaran PLN untuk klarifikasi pemadaman listrik tersebut. Apalagi saat ini yang sering terjadi yakni pemadaman yang dilakukan diluar jadwal.

“Kami di Komisi 2 sudah berencana panggil PLN. Ini memang kesalahan PLN, sudah beri jadwal mati bergilir, ternyata melanggar jadwal yang sudah dibuat. Insya Allah setelah reses akan kita panggil,” janjinya.

Mengenai lampu jalan, Nor mengaku sudah sering menerima aspirasi yang disampaikan oleh warga di lokasi reses tempat lain. Terhadap persoalan itu, ada sebagai kelurahan yang sudah telah dipasang lampu jalan. Sementara yang belum, diminta tetap bersabar karena pemerintah tetap akan mewujudkan aspirasi dimaksud.

Soal aspirasi lain yang diminta oleh warga setempat juga tetap akan direalisasikan. Hanya saja dilakukan secara bertahap. Ada yang diprioritaskan sesuai kebutuha urgen masyarakat.

“Untuk bantuan masjid, kami sarankan untuk membuat proposal agar bisa kita bantu membicarakannya dengan pemerintah,” tambahnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *