Musrenbang, Is Fahmin Paparkan Usulan Pembangunan Kecamatan Asakota

Kota Bima, Kahaba.- Pemerintah Kecamatan Asakota menggelar Musrenbang kecamatan di aula kantor camat setempat, Senin (11/2). Kegiatan tersebut dihadiri 6 lurah di Kecamatan Asakota, anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota, Kapolsek Asakota, perwakilan Bappeda dan Dinas PUPR serta tokoh masyarakat.

Camat Asakota Is Fahmin saat menyampaikan sambutan di acara Musrembang. Foto: Bin

Camat Asakota Is Fahmin menyampaikan, kegiatan ini digelar rutin setiap tahun dan dilakukan secara berjenjang untuk perjalanan pembangunan Kecamatan Asakota.
Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari kegiatan Musrenbang tingkat kelurahan untuk rencana pembangunan tahun depan.

“Hari ini kita kumpulkan ide dan gagasan, sehingga masalah-masalah yang ada di tingkat Asakota akan dibahas dan dicarikan jalan keluarnya. Semoga saja ada solusi,” harapnya saat menyampaikan sambutan.

Ia memaparkan, tujuan musrenbang yakni sebagai ruang untuk mensinergikan kebutuhan prioritas atau usulan yang direncanakan di tingkat kelurahan. Setelah itu, menjadi dokumen perencanaan tingkat kecamatan untuk bahan musrenbang di tingkat Kota Bima.

Is Fahmin menyebutkan, ada banyak usulan yang disampaikan oleh masing-masing Kelurahan. Ia mencatat, ada Sebanyak 146 usulan untuk program infrastruktur, kemudian program sosial budaya sebanyak 56 usulan. Sementara di sektor ekonomi, termuat sebanyak 46 usulan.

“Saya hanya menyampaikan hal-hal yang bersifat umum. Masing-masing lurah nanti akan menyampaikannya secara rinci,” katanya.

Mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima itu juga mengungkapkan, ada beberapa hal yang ingin disampaikan agar bisa diwujudkan oleh pemerintah yang lebih tinggi. Seperti sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Lalu sarana untuk meningkatkan integritas aparatur, serta beberapa peningkatan infrastruktur untuk menjadi daya dukung pelayanan yang lebih baik.

Kemudian, dari sektor keamanan dan ketertiban diungkapkannya masih ada kendala dan hambatan yang ditemui. Misalnya penegakan Peraturan Daerah (Perda) yang masih terkendala, karena banyak tidak didukung oleh sarana dan prasarana. Makanya perlu dilakukan pembenahan, agar persoalan yang muncul menjadi dinamika bisa dilakukan cegah dini.

Masalah lain yakni, jika musim hujan tiba, maka masih menjadi persoalan tersendiri di Asakota. Banjir gunung menyebabkan air masuk ke pemukiman warga. Untuk itu, terhadap masalah tersebut perlu dilakukan penanganan secara menyeluruh.

“Kami sangat perlu daerah resapan air, agar air dari gunung tidak masuk ke rumah-rumah warga,” inginnya.

Diakhir sambutannya, Is Fahmin mengungkapkan cita-citanya untuk pembangunan Kecamatan Asakota. Ia ingin, bagaimana mengelola dan menata Asakota menjadi kecamatan yang maju dari semua sektor. Dari 6 kelurahan, ia menginginkan di Kelurahan Jatiwangi dan Ule menjadi pusat pemerintahan, sosial dan pertahanan keamanan. Kelurahan Kolo, sebagai kawasan pariwisata dan pengolahan perikanan. Lalu di Kelurahan Jatibaru Timur dan Jatibaru Barat menjadi kawasan konservasi lingkungan dan pertanian. Terakhir di Kelurahan Melayu, ingin dikembangkan menjadi daerah pusat ekonomi dan jasa skala lokal.

“Terhadap cita-cita ini, ada harapan bersama kami semua, agar pemerintah yang lebih tinggi bisa menetapkan usulan dan impian kami agar tertuang pada perencanaan program pembangunan Asakota,” inginnya.

Acara musrenbang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan usulan dan aspirasi yang disampaikan oleh 6 lurah Kecamatan Asakota. Ada banyak usulan, seperti memperbanyak infrastruktur, ekonomi dan sejumlah program lain. Dari semua usulan tersebut, masing-masing berharap bisa dialokasikan ke program pemerintah daerah.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *