Didemo Warga, Ini Tanggapan Wawali Bima Soal Kapling Pantai Amahami

Kota Bima,Kahaba.- Aksi protes warga Kelurahan Dara tentang kapling lahan laut Amahami di depan Kantor Walikota Bima, Senin (11/2) langsung ditanggapi oleh Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan.(Baca. Lahan Selain Milik Pemkot Bima di Amahami, Harus Dikembalikan ke Pemerintah)

Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan saat diwawancarai wartawan. Foto: Hardi

Saat menerima warga di aula kantor setemlat Feri menyampaikan, persoalan lahan laut Amahami dan penerbitan sertifikat tetap akan di usut tuntas. Menurutnya, penyampaian aspirasi dari keluarga besar masyarakat Kelurahan Dara merupakan bentuk dan reaksi para saksi sejarah. (Baca. Warga Dara Usir Pekerja Timbunan Laut Amahami)

“Masyarakat Dara adalah saksi sejarah dari adanya lahan tersebut, karena memang mereka lahir dan besar di Kelurahan Dara. Jadi tahu riwayat laut itu,” katanya. (Baca. Hakim PTUN Mataram Tinjau Timbunan Amahami, Beberapa Kejanggalan Ditemukan)

Menurut dia, keberadaan lahan tersebut merupakan aset negara dan pemerintah. Kendati lahan ersebut sudah ada yang disertifikat.  (Baca. Ini Dinamika Pembahasan Dewan dan SKPD terkait Soal Timbunan Amahami)

“Sertifikat bukan tidak bisa dibatalkan, kalau sertifikatnya cacat hukum maka sangat bisa untuk dibatalkan,” ujarnya. (Baca. Ini Daftar Nama Warga Pemilik Tanah di Amahami)

Feri mengungkapkan, lahan Amahami pernah menjadi kasus pidana sejak pembebasan seluas 5 Ha. Apalagi ditambah kondisinya sekarang yang sudah dikuasai oleh sebagain oknum warga. Tentu saja, ini membuat masyarakat Kelurahan Dara juga merasa harus tetap ingin mengamankan aset negara tersebut, agar bisa dikembalikan ke negara. (Baca. Pansus Tanah Amahami Dibentuk, Riwayat Tanah Akan Dibongkar)

“Kami akan menggunakan jalur hukum untuk mengembalikan aset itu ke negara. Kami akan undang kejaksaan, TNI, Polri dan unsur-unsur terkait untuk menyamakan persepsi,” terangnya.

Oleh karena itu, Wawali menyampaikan ucapan terimakasih kepada warga Dara yang tanpa henti berjuang melakukan protes, mendesak agar laut yang sudah dikapling dan dikuasai oleh oknum warga itu dikembalikan sebagai fungsinya. (Baca. Warga Dara Gigih Protes Kapling Laut Amahami, Dewan Pastikan Bentuk Pansus)

“Beri kami kesempatan, ini bukan finish. Kami sebisanya akan mengembalikan laut itu menjadi aset negara. Langkah dan upaya akan kami laksanakan,” tegasnya.

*Kahaba-07

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *