Tega, Suami Tusuk Leher Istri Saat Sholat

Kabupaten Bima, Kahaba.- Entah apa alasan yang merasuki pikiran HA (29) warga Desa Renda Kabupaten Bima, ia tega menusuk leher istrinya Juliati (28), Senin (11/2) saat menjalankan ibadah sholat Asar.

Juliati terkapar bersimpah darah saat dirawat di PKM Belo. Foto: Ist

Kapolres Bima AKBP Bagus Satrio Wibowo melalui Kasubbag Humas IPTU Hanafi mengatakan, saat korban sedang sholat, tiba-tiba suaminya datang dan menusuk leher korban berkali-kali.

Atas kejadian tersebut, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Belo, karena mengalami luka tusuk sedalam 0,5 cm dan mendapatkan 15 kali jahitan.

“Pelaku sudah diamankan di Polsek Belo untuk diproses,” katanya.

Ditanya sebab pelaku tega menusuk istrinya, Hanafi mengaku HA merasa sakit hati karena ingin diceraikan oleh istrinya.

Terhadap masalah in, pihaknya berharap pada keluarga korban dan warga untuk mempercayakan penanganan dan penyelesaiannya pada pihak yang berwajib.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Ajijah santoso

    Tiwara lalona dou mbjo ke asa ra ilun rima ra edin mpa .. tiloana kani ade ra fikiran. Untung pa wati nikah labo dou mjo waur hafa romok tabe’a na ma dabae2 rew. . Kudahu sakali rumaaeee. Au walip.di karahi dou mandisa rima.ede kone di ndonta wea ngarana kuwaur fi’i nawaku ruma ee

  2. Alam Inamubi

    Semua komen, hanya menghakimi…… Pintar² semua, top dou mbojo ???
    Tiada asap tanpa api, tiada akibat tanpa sebab. Hidup adalah masalah, adam-hawa dilempar ke bumi sebelum wktunya krn mereka bermasalah. Apalagi hidup berumah tangga, masalahnya lebih komplex. Kenapa insiden ini terjadi? Krn mereka belum sepenuhnya siap berumah tangga, mereka belum cukup mampu menyelesaikan problematika dlm berumah tangga. Ma siwe nonta wi’i rahi…coum markaum karahi mone one bune ainde? Ma mone fingi fanga, dahus di wi’i ba wei katahopu ruku ra rawim hamooo… Wa’usir ndakan au di mandadi? Mone lu’u penjara ma siwe di uma saki, couku di ma uru ra tio ana ra nggana ta…?
    Mari, jadikan hal² demikian sebagai pelajaran, ambil hikmahnya…. Aina cuman sekedar loa i’a ra ‘ba’a dou. Bersyukurlah, krn hal itu tidak terjadi atas diri dan rumah tangga kita masing², dan semoga hal buruk ini dijauhkan dari kehidupan kita oleh Allah swt. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *