Feri Sofiyan Minta Tim Validasi Honorer K2 Bekerja Cepat

Kota Bima, Kahaba.- Pemerintah Kota Bima telah menganggarkan ratusan juta rupiah untuk validasi Tenaga Honorer Kategori Dua (K2). Namun hingga kini, progres validasi seperti berjalan di tempat.

Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan. Foto: BinFeri

Menanggapi kerja tim tersebut, Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan meminta tim validasi yang dibentuk BKPSDM bekerja sesuai aturan dan bisa bekerja cepat. Agar berapa sebenarnya jumlah tenaga honorer K2 bisa ditetapkan.

“Harapan kita semoga proses validasi diselesaikan cepat. Supaya bisa ditetapkan jumlah tenaga honorer K2 yang sebenarnya,” ujar Feri, Selasa (11/2).

Jika sudah diketahui berapa jumlah tenaga honorer K2 yang sebenarnya kata dia, pemerintah juga bisa menyusun anggaran untuk membayar insentif tersebut.

“Biar insentif mereka juga bisa cepat diterima,” katanya.

Feri mengakui, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran Rp 20 miliar lebih untuk membayar insentif tenaga honorer K2 pada RAPBD tahun 2019. Tapi harus ditunda, karena terbentur persoalan jumlah yang sesungguhnya.

Untuk itu, validasi penting dilakukan oleh tim, agar bisa diketahui mana yang secara terus menerus bekerja dan mana yang malas.

“Insentif tenaga honorer K2 tetap akan dibayar, tapi harus menunggu validasi dulu,” tegasnya.

Untuk itu, pria yang juga Ketua DPD II PAN Kota Bima itu berharap agar tenaga honorer K2 bersabar menanti realisasi insentif dimaksud. Biarkan tim validasi bekerja agar bisa menjadi rujukan pembayaran.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *