Poktan Madabure Ikut Sekolah Lapangan Untuk Tingkatkan Hasil Pertanian

Kabupaten Bima, Kahaba.– Kelompok Tani (Poktan) Madabure Desa Monggo Kecamatan Madapangga mengikuti program Sekolan Lapang (SL), yang dilaksanakan Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Madapangga, Selasa (12/2).

Poktan Madaburen saat mengikuti Sekolah Lapangan. Foto: Yadien

Koordinator BPP Madapangga Hj Atikah mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai upaya peningkatan hasil pertanian bagi petani. Adapun materi yang disampaikan yakni pengendalian hama, pemupukan berimbang, dan pengaturan pengairan.

“Kami juga keliling untuk memantau kondisi tanaman dan memberikan solusi masalah pengendalian hama dan lainnya,” ujar Atikah.

Sebelumnya juga kata dia, pihaknya telah memberikan petunjuk tentang pola atau sistem penanaman, seperti pola tanam jajar legowo dengan memakai alur teknologi tanam yakni 4-1 dan 2-1.

“Setelah dilakukan pola penanaman seperti itu, produktivitas pertanian meningkat,” katanya.

Ia  membeberkan, di Kecamatan Madapangga sekitar 40 persen petani sudah menanam dengan pola seperti itu. Khusus Desa Bolo, pihaknya sudah tidak memberikan pembinaan lagi, karena petani di desa setempat sudah terbiasa dan menuai hasil yang memuaskan.

“Pola seperti ini sebagai pembanding untuk melihat mana yang lebih unggul melalui program atau perlakuan yang biasa digunakan petani,” jelasnya.

Sekretaris Desa Monggo, Junaidin H Kasim mengucapkan terimakasih atas terlaksananya kegiatan tersebut. Dia menilai, bisa meningkatkan produktifitas pertanian.

“Kegiatan ini mendapat apresiasi dari lapisan masyarakat, karena tujuannya untuk mengetahui kendala yang dihadapi selama ini sekaligus dapat diantisipasi,” ucapnya.

Ia berharap, semoga ilmu yang petani peroleh bisa diterapkan dan ditransfer ke petani lain. Sehingga peningkatan produktivitas pertanian terwujud.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *