Tahun Lalu, 908 Warga Bima Jadi Pejuang Devisa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Jumlah keberangkatan warga Kabupaten Bima untuk mengais pundi – pundi uang di negara tetangga kian tahun kian meningkat. Jika dibandingkan tahun 2017, jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Bima pada tahun 2018 meningkat. Tercatat, 2 tahun lalu, jumlah keberangkan pejuang devisa sebanyak 895 orang, sedangkan 2018 meningkat menjadi 908 orang.

Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Kabupaten Bima Irfan HM Noor. Foto: Ist

Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Kabupaten Bima Irfan HM Noor menyampaikan, dari data lembaganya, tahun 2018 TKI asal Bima bekerja di 5 negara. Di Negara Brunai Darussalam, 211 orang sebagai pekerja informal atau pekerja rumah tangga. Sedangkan pekerja formal atau pekerja pabrik dan lading sebanyak 4 orang.

“TKI asal Bima yang berada di negara ini didominasi perempuan, laki-laki hanya 1 orang,” sebutnya, Kamis (14/2).

Kata Irfan, TKI yang menuju ke Negara Hong Kong sebanyak 106 orang. Semuanya bekerja sebagai pekerja rumah tangga. Di Negara Malaysia sebanyak 197 orang, yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga berjumlah 50 orang. Sedangkan TKI yang bekerja di ladang atau pabrik sebanyak 147 orang.

“TKI yang berada di Negeri Jiran ini didominasi pekerja laki-laki,” ungkapnya.

Untuk TKI yang bekerja di Negara Singapura sambung Irfan, sebanyak 123 orang. Di negeri yang dijuluki 1001 larangan ini pun semuanya bekerja sebagai pekerja rumah tangga. Sedangkan yang bekerja di Negara Taiwan berjumlah 267. Untuk yang bekerja sebagi pekerja rumah tangga sebanyak 252 orang, sementara yang bekerja di pabrik sebanyak 15 orang.

“TKI asal Bima ini luar biasa, karena menambah dalam pendapatan visa negara,” pujinya.

Sementara pada tahun 2019, TKI yang sudah diberangkatkan baru 8 orang dari 308 yang teregistrasi. Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Bima tersebut berangkat ke Brunai Darussalam, bekerja sebagai pekerja rumah tangga.

Lalu jika dilihat dari latar belakang pendidikan tambahnya, TKI asal Bima yang berangkat pada Tahun 2018 didominasi pendidikan sampai SMP yang mencapai 449 orang, SMU 368 orang, SD 72 orang, Diploma 5 orang, sarjana 11 orang dan yang tidak sekolah sebanyak 3 orang.

*Kahaba-05

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *