Guru SMPN 1 Bolo Dipukul Karena Menegur Siswa Merokok di Sekolah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kasus pemukulan guru terjadi lagi. Masalahnya sepele, hanya karena ditegur guru lantaran merokok di lingkungan sekolah, siswa tersebut tidak terima dan melapor ke saudaranya. Main hakim sendiri pun dilakukan saudara siswa tersebut.

Ahmad Guru SMPN 1 Bolo saat melapor ke Polsek. Foto: Ist

Kapolsek Bolo AKP Muhtar HI menceritakan, lantaran adiknya ditegur karena merokok di sekolah, AD (24) dan EP (18) Warga Desa Rato Kecamatan Bolo memukul Ahmad Hakim (27) guru SMPN 1 Bolo, Kamis (14/2).

“Ahmad melihat adiknya AD, yang juga siswa sekolah setempat sedang merokok di lingkungan sekolah. Kemudian dipanggil dan ditegur,” ujarnya, Jumat (15/2).

Setelah itu, Ahmad membawa siswa dimaksud ke ruang BK. Namun yang bersangkutan menolak dan berontak.

“Karena berontak, akhirnya siswa itu dibawa ke ruangan kepala sekolah,” katanya.

Sekitar pukul 14.20 Wita, AD bersama EP dan ibu siswa tersebut mendatangi rumah korban yang berada di kompleks Pasar Sila Desa Rato. Tidak lama setelah itu, AD memukul Ahmad menggunakan kursi plastik dan mengenai pelipis kanan. Sementara EP mengancam korban menggunakan sebilah parang.

“EP merupakan sepupunya AD,” bebernya.

Akibat kejadian tersebut, Ahmad mengalami luka robek di pelipis kanan. Sementara kedua pelaku sudah diamankan di Kantor Polsek Bolo untuk diproses.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. merry

    lembo ade lengaq eeee….siswa nya juga kurang ajar di tegur sedikit malah maen lapor ke orang tua…keluarkan saja siswa yg kurang ajar yg gak bisa di tegur secara baik2..

  2. Baim

    Anak sekolah zaman sekarang banyak yang lalai akan menghargai seorang guru. Kemungkinan besar anak yang bersangkutan tersebut bahkan kepada orang tua nya sendiri tidak mereka hargai, guru itu adalah orang tua kita sendiri di sekolah jangan arogan.

    Kesadaran diri dari orang tua siswa harus ada dibalik sikap dan perilaku anak yang melunjak. Itu anak tidak ada etikanya sama sekali.

    Keluarkan saja dari sekolah, dan buat surat pemberitahuan kepada seluruh sekolah agar tidak menerima murid tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *