Musyran IPM Ranting SMA Muhammadiyah Bahas Peran Pendidikan

Kota Bima, Kahaba.- Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ranting SMA Muhammadiyah Kota Bima menyelenggarakan Musyawarah Ranting (Musyran) yang ke – XII, Sabtu (16/2).

Musyawarah Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah Ranting SMA Muhammadiyah Kota Bima. Foto: Yadien

Pembina IPM Ranting SMA Muhammadiyah Kota Bima Khairunnisah menyampaikan, dunia pendidikan setiap tahun mengalami perubahan dan perkembangan. Kehadiran IPM Ranting SMA Muhammadiyah Kota Bima diharapkan memberi kontribusi besar bagi dunia pendidikan.

“Dari kondisi pendidikan yang memperihatinkan, kehadiran IPM sebetulnya harus memberi contoh positif, khususnya kepada pendidikan di Kota Bima,” ujarnya.

Melihat kondisi hari ini kata dia, maka pelajar sedang berada pada kondisi memperihatinkan, banyaknya tawuran antar pelajar, ditemukannya pelajar yang hamil di luar nikah dan kasus-kasus yang lain.

IPM harus bisa memposisikan diri di tengah kondisi pelajar yang penuh dengan degradasi moral. Oleh karena itu Musyran IPM ranting SMA Muhammadiyah Kota Bima diharapkan berperan penting.

Sementara itu, Ketua Umum IPM Kabupaten Bima Ahmad Yani menyatakan, pelajar merupakan generasi yang menjadi ujung tombak bagi keberlangsungan pemuda. Karena pelajar jadi sasaran utama untuk membangun sosial masyarakat yang baik.

“Ini tentu menjadi PR bagi IPM untuk selalu mengajak lewat Dakwah Amar ma’ruf Nahi Mungkar di kalangan pelajar. Pelajar di era milenial juga perlu diselamatkan lewat pendidikan organisasi,” katanya.

Ia juga berharap, semoga terpilihnya pemimpin yang bisa menahkodai IPM di tengah kondisi pelajar kekinian. Sebagai organisasi Otonom Muhammadiyah yang bergerak di wilayah pelajar, IPM juga harus masif melalui pergerakan agar mengajak pelajar menjadi pribadi yang baik.

*Kahaba-07

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *