Petani Susah, Nazamuddin Desak Pemerintah Perbaiki DAM Tolo Kodo

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Nazamuddin bersama petani bergotong – royong memperbaiki DAM Tolo Kodo, agar bisa berfungsi maksimal untuk mengairi lahan petanian setempat, Minggu (17/2).

Nazamudddin (2 Dari Kiri) bersama petani sebelum memulai gotong royong di DAM Tolo Kodo. Foto: Ist

Kondisi DAM setempat memang saat ini tidak berfungsi dengan baik. Sejak dihantam banjir tahun 2016 lalu, kemudian diperbaiki dengan anggaran pemerintah hampir Rp 1 miliar, tak bisa maksimal untuk mengairi sawah para petani.

Nazamuddin mengaku, sayap kanan DAM Tolo Kodo roboh akibat banjir bandang tahun 2016. Kemudian tahun 2017 dianggarkan Rp 800 juta untuk perbaikan sayap. Karena ada persoalan dengan pemilik lahan dan tidak bisa diselesaikan, oleh pihak pelaksana dan dinas teknis kemudian mengerjakannya pada bagian kiri.

“Pekerjaan itu pun menurut kami tidak efektif untuk menaikan permukaan air. Ini kan sudah 2 tahun, malah di tahun ini pun sudah dianggarkan lagi,” ungkap Nazamuddin.

Setelah 2 tahun diperbaiki kata dia, persoalan agar pengairan sawah petani di wilayah itu tidak berjalan maksimal. Akibatnya, hampir setiap kali panen, petani terancam gagal.

Para petani pun terus melakukan upaya gotong royong untuk menaikan permukaan air dengan cara – cara sederhana. Ketika ada hujan, kondisinya sangat beresiko juga, karena petani hanya menggunakan tumpukan sertu untuk menahan air.

“Kalau hujan turun akan terkikis juga,” katanya.

Musim hujan sekarang diakuinya, menyebabkan kondisi lahan pertanian sangat memperihatinkan.  Hari ini pun, ia bersama petani gotong royong untuk berusaha maksimal menaikan permukaan air, agar bisa menyelamatkan pertanian masyarakat

Untuk itu, pihaknya mendesak pemerintah agar dana yang kembali dianggarkan tahun 2019 bisa dikerjakan lebih awal. Karena DAM ini mengairi lebih kurang ratusan hektar lahan milik warga  Dodu, Kodo, Kumbe dan sekitarnya.

“Ini sangat penting sekali, agar menjadi atensi khusus pemerintah. Curah hujan ini akan berakibat fatal bagi petani di sini. Sebelum berdampak buruk bagi petani, kita harap DAM ini bisa dikerjakan cepat,” harapnya.

*Kahaba-01

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *