Sering Studi Banding Soal Sampah, Apa Dampaknya Untuk Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Penanganan masalah sampah di Kota Bima belum berjalan maksimal. Tiap kali reses dewan, warga ditiap kelurahan mengeluhkan kekurangan armada untuk mengangkut sampah. Akibatnya, sampah dibeberapa tempat di Kota Bima masih belum teratasi dengan baik.

Sampah menumpuk di selokan samping Kantor Walikota Bima. Foto: Hardi

Sementara, pemerintah baik itu eksekutif muapun legislatif sudah beberapa kali melakukan studi banding ke luar kota soal pengelolaan sampah.  Hanya saja, hingga saat ini tidak pernah tuntas.  Penumpukan sampah masih ada di sejumlah titik, apalagi ditambah dengan kesadaran masyarakat yang masih kurang.  Lalu seperti apa tindaklanjut studi banding itu untuk Kota Bima?

Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih mengaku, masalah pengelolaan sampah saat ini yakni minimnya armada yang mengangkut sampah di tingkat lingkungan terkecil seperti RT dan RW. Untuk itu,  pengadaan armada menjadi prioritas dalam pengelolaan sampah.

“Untuk tahun 2019, telah dianggarkan pengadaan mobil pembersih jalan,  truk ambrol dan gerobak pengangkut sampah. Alokasi untuk armada itu sebesar Rp 3 miliar lebih,” ujarnya, Selasa (19/2).

Menurut dia, untuk sementara pengelolaan sampah masih difokuskan pada pengadaan armada.  Sedangkan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah sangat bagus. Setiap sampah dipisahkan,  berdasarkan jenisnya kemudian dikelola secara terpisah juga.

“Seperti sampah organik itu, langsung dikelola sebagai pupuk dan itu keuntungannya bagi lingkungan,”

Selain itu, untuk mengurai masalah sampah tambahnya, perlu adanya kesadaran kolektif dari seluruh masyarakat Kota Bima. karena percuma saja armada sampah lengkap, sementara masyarakat sendiri kesadarannya belum terbangun untuk menjaga kebersihan lingkungan dan masih sembarang membuang sampah.

*Kahaba-07

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *