9 Unit Laptop Persiapan UN SMPN 8 Dicuri

Kota Bima, Kahaba.- 9 unit Laptop milik SMPN 8 Kota Bima dicuri sekitar pukul 18.30 Wita, Selasa (19/2). Sekolah setempat pun sudah melapor ke pihak yang berwajib dan berharap pelaku pencurian segera ditangkap.

Wakasek Kurikulum SMPN 8 saat menunjukan ruangan tempat laptop disimpan. Foto: Bin

Wakasek Kurikulum SMPN 8 Kota Bima Marfuad menceritakan, kejadiannya jelang malam kemarin. Pihak sekolah mengetahui setelah dikabarkan oleh penjaga sekolah yang hendak menyalakan lampu disejumlah ruangan.

“Kepala sekolah dan saya juga saat itu langsung datang ke sekolah. Melihat pintu ruangan sudah dicongkel dan 9 unit laptop raib,” katanya saat ditemui di sekolah setempat, Rabu pagi (20/2).

Diakui Marfuad, di waktu sore kemarin hingga pukul 17.00 Wita masih ada beberapa guru dan siswa yang melaksanakan program ekstrakurikuler. Tapi diperkirakan komplotan pencuri tersebut menjalankan aksinya setelah menunggu guru dan siswa pulang.

“Di ruangan ada 20 unit laptop. Tapi yang diambil hanya 9 unit. Pencuri juga tidak membawa serta cash laptop,” ujarnya.

Dari kejadian itu, pihak sekolah sudah melapor polisi dan Dinas Dikbud Kota Bima. Bahkan polisi sudah turun ke sekolah malam itu juga, untuk memeriksa dan mengambil sidik jari.

Wakasek mengakui, kejadian pencurian di SMPN 8 Kota Bima tidak sekali ini saja. Beberapa kali pernah terjadi di ruangan yang lain. Tapi pencurian kali ini sangat berdampak bagi sekolah, karena laptop itu akan digunakan untuk pelaksanaan Ujian Nasional. Bahkan fasilitas itu sudah beberapa kali dipakai untuk simulasi UN.

“Tidak tahu nanti bagaimana caranya untuk pengadaan laptop UN. Semoga saja ada kemudahan yang diberikan dinas,” harapnya.

Terhadap kasus ini, Marfuad berharap polisi bisa segera mengungkap siapa pelaku pencurian dan memberikan hukuman yang setimpal.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *