Panen Tomat di Ujung Desa, Potensi Yang Dipandang Sebelah Mata

Kabupate Bima, Kahaba.- Salah satu kebutuhan dapur yang dapat mempengaruhi statistik inflasi daerah adalah buah tomat. Buah yang paling banyak dibutuhkan untuk penambah rasa dalam tumisan dan sayur mayur ini hampir sama dengan cabai bila sedang mengalami transisi musim.

Panen tomat di Desa Tadewa. Foto: Ist

Kelompok Tani So Benteng Desa Nangawera berbatasan dengan Desa Tadewa, setahun terakhir melakukan penanaman buah Tomat. Lahan yang dulunya tandus dan dianggap lahan tidur ini disulap menjadi lahan produktif untuk penanaman dan budidaya sayur mayur.

Ketua Kelompok Tani Sayur Mayur Ridwan menceritakan, awal pengembangan kawasan ini baru tahun 2017 yang lalu. Lahan tersebut tidak dianggap, lalu mereka coba diskusikan dengan pemuda Nangawera dan Wora untuk menanam.

“Awalnya kami hanya uji coba saja karena kami sadar bahwa di wilayah ini Air menjadi masalah” tuturnya, saat panen perdana tomat tahun, Sabtu sore (23/2).

Kelompok yang dibina langsung Babuju Mandiri ini menjelaskan, hingga saat ini usaha budidaya sayur mayur ini belum menjadi atensi desa, padahal hasilnya jauh berlipat-lipat dari hasil kacang.

“Kami tak menyangka hasilnya begitu melimpah, lalu kami kembangkan dan alhamdulillah sudah mulai banyak warga sekitar yang ikut memanfaatkan lahan tidur di sini menjadi produktif, meski tak pernah mendapat atensi dari pemerintah desa,” ceritanya.

Julhaidin, CEO Babuju Mandiri yang selama ini melakukan pendampingan kegiatan budidaya sayur mayur di So Benteng Nangawera ini nampak senang melihat perkembangan buah tomat, cabai dan timun diatas lahan kurang lebih 2 Hektar yang di Kelola. Selain tomat, cabai dan timun, juga terdapat melon, semangka dan Pepaya California yang ditanam disela-sela tanaman inti.

“Saya secara pribadi merasa bangga melihat progress kelompok So Benteng ini. Karena yang saya tahu selama ini, kelompok ini cukup ulet dan telaten mengembangkan beberapa variates buah dan sayur mayur disini, meski dipandang sebelah mata oleh pemerintah baik desa maupun daerah,” tuturnya.

Anggota kelompok lainnya, Nanang S yang juga punya lahan di luar lahan kelompok ini menyatakan, hasil tomat kali ini sekitar 6 Ton. Sementara cabai untuk panen kali ini kurang, jika dilihat dari yang ada saat ini, hanya pada kisaran 1 – 1,5 Ton.

“Hasil penjualan sayur mayur dan buah disini diserap penuh oleh pasar Tawali Wera maupun pasar keliling di Wilayah Ambalawi. Sebagian lagi didistribusikan ke Kota Bima. Setidaknya apa yang kami lakukan semoga bisa menginspirasi anak muda Wera pada khususnya,” papar Nanang.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *