oleh

Tahun 2019, DKP Jalankan Program BEKERJA di Wilayah Stunting

-Kabar Bima-1 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Bima pada tahun 2019 mendapatkan alokasi dana dekonsentrasi melalui Dinas Ketahanan Pangan Proinsi NTB, berdasarkan SK Permenpan Nomor 43 Tahun 2019 untuk Program Berantas Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA).

Kepala DKP Kota Bima Syamsuddin. Foto: Bin

Kepala DKP Kota Bima Syamsuddin menjelaskan, Program BEKERJA tersebut akan difokuskan pada 10 Kelurahan yang dianggap lokasi Stunting atau wilayah yang terdata paling banyak terjadinya kelahiran pendek.

“10 wilayah stunting tersebut sudah ditetapkan oleh Bappenas dan dianalisa secara nasional melalui laporan instansi terkait,” ujarnya, Senin (25/2).

Ia menyebutkan, kelurahan yang mendapat alokasi anggaran untuk program dimaksud masing – masing Kelurahan Kolo, Jatiwangi, Jatibaru, Rite, Ntobo, Nungga, Lelamase, Oi Fo’o, Rabadompu Timur dan Kelurahan Nitu.

Untuk teknis pelaksanaan programnya jelas mantan Kepala Dinas Pertanian Kota Bima itu, tiap 10 kelurahan harus membentuk kelompok. Kemudian, tiap kelompok terdiri sebanyak 30 anggota dan menerima bantuan dana sebesar Rp 65 juta.

“Anggaran bantuan itu nanti akan masuk langsung di tiap rekening kelompok,” katanya.

Syamsuddin memaparkan, kelompok tersebut diisi dari rumah tangga miskin dari faktor pertanian. Lalu, anggaran dimanfaatkan untuk menanam sayur – sayuran, atau membeli ayam untuk diternakkan.

“Satu kepala keluarga miskin mendapatkan 45 ekor ayam,” sebutnya.

Ia mengungkapkan, program ini bertujuan untuk penanggulangan pertahanan pangan rumah tangga miskin. Karena sesuai data dari Dinas Kesehatan, masih banyak anak balita dan yang masih dalam kandungan kekurangan gizi, protein, lemak, karbohidrat hingga vitamin, terutama di 10 Kelurahan dimaksud.

Dengan adanya program tersebut tambah Syamsuddin, masyarakat yang kekurangan gizi bisa memanfaatkan telur ayam, daging ayam dan sayur-sayuran yang di ternak dan ditanam. Sehingga tidak ada lagi warga, terutama ibu hamil dan balita yang kekurangan gizi, protein, karbohidrat dan vitamin.

“Saat ini kami masih melaksanakan tahap identifikasi data di tiap kelompok atau penerima bantuan, setelah itu program dijalankan,” tambahnya.

*Kahaba-05

Komentar

Kabar Terbaru