Diduga Camat Soromandi Gelapkan Dana MTQ

Kota Bima, Kahaba.- Lomba MTQ Tingkat Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima yang dihelat di Desa Sai berakhir mengecewakan peserta dan warga setempat. Pasalnya, para pemenang lomba saat penutupan Syiar Islam tersebut tidak mendapatkan hadiah.

Warga Desa Sai Kecamatan Soromandi, Syafruddin. Foto: Ist

Warga Desa Sai Syafruddin mengungkapkan, saat penutupan MTQ, peserta tidak ada yang menerima hadiah dari panitia. Waktu itu, para orang tua memprotes panitia pelaksana kegiatan. Bahkan, nyaris ribut di arena MTQ. Beruntung sebagian warga menenangkan orang tua yang merasa kecewa.

“Siapa yang tidak kecewa, ini lomba loh. Lomba itu pasti ada hadiah. Apalagi MTQ yang diadakan setiap tahun. Dimana – mana, MTQ itu ada hadiahnya. Panitia ini kan tidak becus,” kesalnya saat menghubungi media ini, kemarin.

Noval, sapaan akrab Syafrudin, menyebutkan bahwa Lomba Hafalan 1 juz atas nama M Izul, Nur Firdausi di Lomba Tartil, Ahkamil Furkon juara 1 tingkat anak-anak laki-laki, Nur Mutmainah juara 1 tingkat anak-anak wanita, serta 8 orang lainnya yang juara 1 dan 2 tidak justru tidak diberikan hadiah oleh panitia.

“Selain itu, lomba cerdas cermat yang juara 1 – 3 dan lomba kaligrafi juga tidak mendapatkan hadiah,” ungkapnya.

Kata dia, berdasarkan penjelasan panitia lokal. Sesuai rapat awal, anggaran MTQ tingkat Kecamatan Soromandi senilai Rp 50 Juta. Dari Desa Sai sebanyak Rp 35 Juta dan dari Camat Soromandi Rp 25 Juta. Anggaran dari desa yang bersumber dari ADD, dipergunakan untuk pembangunan panggung MTQ serta konsumsi mulai dari pembukaan hingga penutupan MTQ.

Sedangkan anggaran dari camat yang bersumber dari Pemerintah Kabupaten Bima, akan digunakan untuk pembelian hadiah para peserta dan honor Dewan Hakam. Namun, anggaran dari Camat Soromandi, sama sekali tidak dipergunakan.

“Alasan camat itu, anggaran tersebut belum dicairkan oleh Pemerintah Kabupaten Bima,” paparnya.

Namun, beruntung sebagian hadiah yang sudah diberikan ke peserta lain berasal dari sumbangan dari berbagai pihak, bukan hadiah yang dibelikan menggunakan anggaran dari camat sebesar Rp 25 juta.

“Kami menduga, anggaran tersebut digelapkan oknum camat. Karena, ini sengaja tidak menggunakan anggaran untuk pembelian hadiah peserta,” duganya.

Terhadap masalah ini, Noval meminta kepada Bupati Bima agar segera memanggil Camat Soromandi untuk lakukan klarifikasi. Bila perlu mencopotnya dari Camat, karena tidak becus mengurus kegiatan tersebut. Sebagai masyarakat Soromandi juga, tidak butuh camat yang tidak bertanggungjawab.

“Yang menjadi pertanyaan kami, jika memang anggaran itu belum dicairkan Pemerintah Kabupaten Bima. Jika nanti anggaran itu dicairkan, mau digunakan untuk apa anggaran itu oleh Camat Soromandi,” sorotnya.

Menurut dia, ini jelas-jelas disengaja oleh camat untuk menggelapkan anggaran tersebut. Jika tidak ada kejelasan soal anggaran itu, pihaknya mengancam akan aksi besar-besaran dan akan melaporkannya ke Polres Bima Kabupaten.

Sementara itu, Camat Soromandi Tajuddin Nor menepis tudingan tersebut. Ia menjelaskan, kegiatan MTQ mestinya hasus ada daftar peserta. Namun oleh panitia lokal tidak ada koordinasi dengan panitia Kecamatan. Sementara pelaksanaannya itu pada saat penutupan.

“Memang kita tidak bisa siapkan hadiah awalnya, karena tidak ada peserta yang dilaporkan. Saat Pembukaan awal – awalnya itu tidak ada yang daftar. Padahal panitia kecamatan juga sudah susun anggaran untuk hadiah,” jelasnya.

Camat mengakui hadir saat pembukaan dan penutupan. Kendati demikian, pihaknya sudah berupaya untuk memberikan hadiah berupa uang, sebagai penghargaan kepada peserta.

Ditanya soal anggaran MTQ untuk tingkat Kecamatan, Tajudin menyebutkan anggarannya sebesar Rp 15. Rp 10 juta sudah manfaatkan, sementara sisanya Rp 5 juta untuk persiapan kafilah di tingkat Kabupaten Bima.

“Intinya ada hadiah, tapi berupa uang saja,” tambahnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *