Imbas Peleburan UPT, Belasan Honorer K2 ini Galau Karena Tidak Divalidasi

Kota Bima, Kahaba.- Belasan orang Tenaga Honorer K2 di UPT Dinas Dikbud dan sudah dialihkan ke sejumlah SDN saat ini lagi galau. Pasalnya, sejak tim validasi turun, mereka belum didata.

Belasan Honorer K2 yang resah karena tidak divalidasi. Foto: Bin

Kemarin, belasan honorer K2 itu berkumpul di Kantor DPRD Kota Bima. Saat ditemui pekerja media, mereka mencurahkan permasalahan yang dihadapi tersebut.

Mewakili teman-temannya, Sukardin menjelaskan, ia dulu bekerja di UPT Dinas Dikbud Rasanae Barat. Karena UPT sudah ditiadakan, ia dan beberapa tenaga honorer K2 dilaihkan ke sejumlah sekolah. Dirinya sendiri dipindahkan untuk mengabdi di SDN 16 Kota Bima.

Tetapi, saat tim validasi turun di SDN 16 Kota Bima, nama-nama yang tertera adalah nama honorer K2 di sekolah itu saja yang didata. Sementara nama mereka dari peleburan UPT sebanyak 2 orang tidak didata.

“Saya tanya ke Pak Alwi Yasin selaku ketua tim validasi di SDN 16 Kota Bima. Tapi dijawab mereka harus menghadap BKPSDM,” katanya.

Saat mereka menghadap pihak BKPSDM sambung Sukardin, pihaknya menerima jawaban jika tim validasi akan turun ke UPT masing-masing, karena belum dilebur.

“Kita jadinya bingung. Karena saat disampaikan sudah dilebur, orang BKPSDM justru menanyakan SK peleburan. Jika sudah lebur, juga bertanya SK penempatan. Padahal kita juga belum dapat SK penempatan,”

Karena merasa semakin resah dari hasil dari BKPSDM, mereka mendatangi Dinas Dikbud dan bertemu sekretaris setempat. Jawabannya, nama nama tenaga honorer K2 di UPT ada di Dinas Dikbud.

Sukardin menyebutkan, jumlah tenaga honorer K2 yang tersebar di UPT belasan orang. Masing – masing, di UPT Kecamatan Raba sebanyak 5 orang, UPT Kecamatan Rasanae Timur 1 orang, Kecamatan Mpunda sebanyak 3, UPT Kecamatan Rasanae Barat 3 orang dan UPT Kecamatan Asakota sebanyak 3 orang.

“Harapan kita ada kejelasan, baik dari BKPSDM dan Dinas Dikbud, agar kami bisa divalidasi,” inginnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Dikbud Kota Bima Abdul Azis meminta kepada belasan honorer K2 itu bersabar. Karena mereka tetap divalidasi.

“Tetap divalidasi, kita minta mereka tenang,” ucapnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *