Pemdes Rato Pasang Absensi Sidik Jari, Yang Malas Insentif Dipotong

Kabupaten Bima, Kahaba.- Untuk menunjang kegiatan dan kedisiplinan aparatur desa, Pemerintah Desa Rato Kecamatan Bolo menggunakan absensi sidik jari. Absensi tersebut mulai dipasang dan digunakan sejak Sabtu (2/3) kemarin.

Pegawai di Kantor Desa Rato saat menggunakan absensi sidik jari. Foto: Yadien

Kepala Desa Rato Junaidin mengatakan, meskipun belum banyak digunakan oleh instansi di tingkat desa. Pemerintah setempat merasa harus menggunakan absensi sidik jari, guna meningkatkan kedisiplinan waktu kerja aparatur desa.

“Ini penting sekali untuk meningkatkan kedisiplinan kita,” ujarnya, Selasa (5/3).

Kata dia, dengan adanya absensi sidik jari, aparatur desa setempat sudah tidak boleh terlambat masuk kantor dan harus pulang tepat waktu. Jika ada aparatur desa yang terlambat masuk atau bolos, maka akan dikenakan sanksi.

Bentuk sanksi yang diterapkan kata dia, yaitu pemotongan insentif. Jika ada aparatur desa setempat yang telat masuk atau bolos maka akan dipotong insentifnya sebanyak Rp 10 ribu setiap kali telat atau bolos.

“Jadi tidak main-main, insentifnya kami potong kalau bolos,” tegasnya.

Junaidin berharap, semoga dengan dipasangnya absensi sidik jari tersebut kesadaran aparatur desa agar disiplin meningkat. Sehingga pelayanan kepada masyarakat akan lebih baik dan maksimal.

“Dulu memang sudah disiplin, tapi agar lebih disiplin lagi,” tandasnya.

*Kahaba-10

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *