IAKMI Kota Bima Gelar Talkshow dan Seminar Nasional

Kota Bima, Kahaba.- Ikatan Ahli Kesehatan Maayarakat Indonesia (IAKMI) Kota Bima menghelat Talkshow dan Seminar Nasional, di Gedung Seni dan Budaya, Sabtu (8/3). Kegiatan itu sebagai bentuk pengembangan dan kepedulian terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat.

Talkshow dan Seminar Nasional yang digelar IAKMI Kota Bima. Foto: Hardi

Kegiatan tentang Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Era JKN dengan Tema “Kupas Tuntas 3 Unsur Penilaian Akreditasi” itu dinilai sangat relevan dengan perkembangan akreditasi beberapa puskesmas di Kota Bima.

Ketua panitia kegiatan Edy Bahtiar mengatakan, IAKMI Kota Bima merupakan organisasi profesi pertama di Kota Bima yang telah mampu mengadakan kegiatan seperti ini dan memperhatikan akreditasi ditingkat pelayanan.

“Selama ini kegiatan seperti ini biasanya dilaksanakan pemerintah. Tapi kali ini, kami dari IAKMI bisa mengadakan dan menghadikan 3 narasumber dan ratusan peserta dari Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Sumbawa hingga Lombok,” katanya.

Menurut Edy, dari beberapa narasumber yang hadir, bagian dari lembaga akreditasi yang siap membantu perkembangan pelayanan dan akreditasi puskesmas di Kota Bima.

Di Kota Bima sendiri, ada sekitar 7 puskesmas yang 5 diantaranya sudah terakreditasi. Namun pencapaiannya masih tingkat dasar. Sementara sisanya akan diusahakan di tahun 2019.

Ia berharap, dengan adanya seminar kesehatan ini, pelayanan kesehatan di Kota Bima tidak terpaut pada tingkat dasar, melainkan ada perkembangan sampai pada jenjang menengah, madya, paripurna dan utama.

“Di Kota Bima saja yang masih berada di jenjang dasar, sementara Kabupaten Bima, Dompu dan Sumbawa sudah ada perkembangan sampai pada jenjang madya, paripurna dan utama,” ungkapnya.

*Kahaba-07

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *