Mogok Kerja Pegawai RSUD, Ini Penjelasan Dikes Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Akibat mogok kerja pegawai ASN dan sukarela di RSUD Kota Bima, akhirnya pelayanan untuk masyarakat yang sakit ditutup sementara waktu. (Baca. Pegawai RSUD Kota Bima Mogok Kerja, Pasien Terlantar)

Suasana sepi RSUD Kota Bima karena pegawai mogok kerja. Foto: Eric

Akibatnya, pasien yang datang dipulangkan kembali oleh petugas setempat. Karena baik dokter dan juga perawat yang akan memperiksa pasien, tidak kunjung datang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bima Ahmad yang dimintai tanggapan mengungkapkan, mogok kerja tersebut karena Jasa Pelayanan (Jaspel) yang belum dicairkan sejak bulan Juli tahun 2018 lalu.

Dulu pernah coba dicairkan bulan November tahun lalu, tapi tidak bisa dilakukan karena ada kendala teknis. Prosedur pembayarannya bukan melalui rekening masing-masing pegawai, tapi melalui RSUD Kota Bima.

“Karena ini masalah teknis, kami akan coba berkoordinasi dengan BPJS. Karena masalah jasa pelayanan itu berkaitan dengan mereka,” katanya.

Hal itu juga dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima H Azhari, bahwa aksi mogok itu terkait masalah Jaspel.

“Yang jelas pelayanan akan coba dikomunikasikan dengan jajaran, agar bisa dibuka kembali. Soal masalah Jaspel, kami akan bertemu dulu dengan BPJS untuk mencari titik permasalahan dan secepatnya dicari solusi,” imbuhnya.

Pantauan media, akibat mogok kerja tersebut pelayanan kepada masyarakat langsung ditutup. Loket pelayanan pasien telah tertutup mulai pukul 10.00 Wita, hingga waktu yang tidak ditentukan.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *