6 Kelas MI Dodu Retak Parah, KBM Siswa Terancam

Kota Bima, Kahaba.- Kondisi 6 ruangan belajar siswa di MI Dodu sudah sangat membahayakan siswa. Bagaimana tidak, seluruh kelas sudah retak akibat gempa. Sejak tahun 2005 lalu, tak ada pernah perhatian serius dari pemerintah.

Ketua DPRD Kota Bima Samsurih saat meninjau langsung kondisi MIN Dodu. Foto: Bin

Menurut keterangan Kepala MI Dodu Syafrudin H Hakim, kondisi retak bangunan di sekolahnya sudah sangat lama. Selama itu pun guru – guru dan siswa tidak nyaman mengikuti proses Kegiatan Belaja Mengajar (KBM), karena khawatir bangunan ambruk.

“Setiap hari was – was belajar dan mengajar. Semua ruang kelas retak karena gempa. Lagi pula struktur tanah dan bangunan yang sudah sangat lama,” ungkapnya.

Terhadap masalah itu, pihaknya sudah beberapa kali meminta tolong ke pemerintah. Namun hingga saat ini tidak ada respon dan perhatian. Bantuan terakhir yang pernah diterima pada tahun 2000-an. Setelah itu, tidak pernah ada lagi.

“Dulu pernah dapat DAK. Kalau sekarang tidak ada lagi. Karena khusus MI tidak diberikan DAK. Kementrian Agama hanya memberikan ke sekolah negeri,” jelasnya.

Syafrudin menyebutkan, jumlah siswa – siswi MI Dodu sebanyak 92 orang. Sekolah itu dibangun sejak tahun 1960. Untuk itu, dirinya sangat berharap Pemerintah Kota Bima bisa memperhatikan kondisi MIN Dodu. Agar proses belajar mengajar bisa berjalan dengan nyaman dan aman.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Bima Samsurih yang meninjau langsung kondisi sekolah berjanji akan mengupayakan membantu sekolah tersebut.

“Saya ditelpon Kepala MI Dodu dan hari ini melihat langsung. Setelah ini akan koordinasi dengan satker terkait, agar jadi skala prioritas untuk dibantu,” ujarnya.

Menurut Samsurih, dirinya sudah melihat langsung kondisi sekolah. Semua ruangan memang sudah retak dan berbahaya untuk dijadikan tempat belajar.

“Kondisi bangunannya sudah tidak layak, retak-retak, atap bocor. Generasi penerus bangsa ini memang harus diperhatikan,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *