BPJS Ngaku Sudah Bayar Jaspel RSUD Kota Bima Tahun 2018

Kota Bima, Kahaba.- Jasa Pelayanan (Jaspel) yang tak dibayar selama 6 bulan di tahun 2018, menjadi salah satu sebab munculnya aksi mogok pegawai RSUD Kota Bima, Senin (11/3). Namun, dari BPJS Bima justru membantah. Karena untuk tahun 2018 sudah dibayarkan. (Baca. Pegawai RSUD Kota Bima Mogok Kerja, Pasien Terlantar)

Kantor BPJS Bima. Foto: Ist

“Klaim Jaspel mulai Juli sampai Desember tahun 2018 sudah dibayarkan ke pihak RSUD Kota Bima, sesuai klaim yang diajukan,” tegas Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Bima Arvin Y Nalenan, kemarin. (Baca. Mogok Kerja Pegawai RSUD, Ini Penjelasan Dikes Kota Bima)

Menurut dia, konfirmasi pembayaran telah selesai. Yang belum dibayarkan yaitu klaim Jaspel pada bulan Januari sampai Februari 2019. Itu pun jatuh temponya baru kemarin tanggal 5 Maret 2019. (Baca. Aksi Mogok Pegawai RSUD Kota Bima, Ketua Dewan: Ini Memalukan)

“Semua klaim Jaspel RSUD Kota Bima di BPJS tahun 2018 selesai,” ungkapnya.

Mengenai mogok kerja pegawai RSUD Kota Bima karena masalah Jaspel, sambungnya, itu urusan internal rumah sakit setempat. BPJS pun tak bisa masuk ranah rumah sakit.  Karena seluruh tanggungjawab BPJS soal Jaspel telah diselesaikan. (Baca. Kepala Dikes Beberkan Masalah dan Solusi Mogok Kerja di RSUD Kota Bima)

Arvin juga mengaku, ada keterlambatah pembayaran Jaspel di bulan Januari dan Februari tahun 2019. BPJS tentu akan menanggung denda tertundanya pembayaran, saat konfirmasi pembayaran Jaspel nanti. (Baca. Pelayanan di RSUD Kota Bima Kembali Normal)

Disinggung nilai pembayaran klaim Jaspel di RSUD Kota Bima? Arvin mengaku jumlahnya setiap bulan bervariasi. Tergantung jumlah pasien BPSJ yang dilayani. (Baca. Komisi I Tinjau Pelayanan RSUD Kota Bima, Temukan Catatan Penting)

“Untuk RSUD Kota Bima paling besar sampai Rp 200 juta setiap bulan. Ada juga hanya Rp 90 juta,” sebutnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *