Kekurangan Sentral Parkir dan Macet Jadi Masalah di Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Kabid Perhubungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bima Tasrif mengatakan bahwa zona macet dan sentral parkir harus menjadi perhatian khusus untuk di Kota Bima.

Kabid Perhubungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bima Tasrif. Foto: Hardi

Menurutnya, Pemerintah Kota Bima harus menyediakan dan mendesain sentral parkir, baik di sebelah kiri maupun sebelah kanan jalan, agar mengurangi angka kemacetan dan parkir liar.

“Kemacetan di Kota Bima tidak terlalu parah, hanya perlu untuk diatasi dengan baik. Apalagi mengingat sekarang sebagian besar jalan negara sudah dijadikan area parkir,” ujar Tasrif di ruang kerjanya, Selasa (19/3).

Menurutnya, sebagai instansi yang memiliki wewenang untuk melengkapi infrastruktur jalan, telah berupaya mencari solusi ampuh mengatasi masalah-masalah tersebut. Sementara untuk tingkat keamanan, yang memiliki wewenang adalah Polri, bukan wewenang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Dishub setempat sambungnya, hanya sealakadar memberikan bantuan kepada Polri untuk menempati perempatan pada titik rawan-rawan macet dan rawan sekolah.

“Personil kami pada pukul 07.00 Wita itu sudah harus standby di tempat – tempat rawan yang sudah ditentukan,” ungkap Tasrif.

Ia mangaku, dari 54 orang personil yang biasa ditempatkan pada tempat rawan macet dan rawan sekolah, dibagi dalam 2 regu dan bertugas secara bergantian selama satu pekan penuh kecuali hari libur.

“Tempat rawan macet seperti Sumber Mas, Jawa Baru dan pusat-pusat parkir telah ditempati oleh personil kami dalam mengamankan keselamatan umum,” bebernya.

Untuk ke depan, Dishub Kota Bima akan berperan aktif terutama pada bagian sentral-sentral macet dan perparkiran. Apabila juru parkir salah dalam melakukan tugasnya, maka akan diberikan pemahaman dan pembinaan.

*Kahaba-07

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *