Para Saksi Pembunuhan Wawan Beberkan Aksi Tersangka Saat Rekontruksi

Kota Bima, Kahaba.- Sat Reskrim Polres Bima Kota melaksanakan rekontruksi pembunuhan Wawan Darmawan asal Kelurahan Kendo, Rabu (20/3). Dalam rekontruksi itu, para saksi membeberkan aksi tersangka TD, saat membuang mayat korban.  (Baca. Warga Kendo Temukan Mayat Pemuda Tanpa Celana)

Rekonstruksi pembunuhan Wawan. Foto: Ist

Rekontruksi dimulai pukul 09.30 Wita. Selain jaksa yang menghadiri rekontruksi tersebut, pengecara dari TD pun ikut menyaksikannya. (Baca. Penemuan Mayat di Kendo, Polisi Periksa 10 Saksi)

Saat rekontruksi, saksi YS mengaku saat itu sekitar pukul 02.00 Wita dirinya ditelpon TD untuk datang ke rumah TD di Kelurahan Kendo. Saat tiba, YS tidak bertemu dengan TD, karena TD tidak berada di rumahnya. Setelah menunggu sekitar 2 jam, TD pun datang dan mengajak YS ke Tower yang berada di antara Kelurahan Penanae dan Kelurahan Kendo. (Baca. Keterangan 2 Saksi Kunci, TD Diduga Otak Pembunuhan Sadis di Kendo)

Sampai di tower, mereka turun dari motor dan YS melihat korban sudah tergeletak dengan kondisi kepala berada di sebelah timur. Saat itu dirinya melihat TD menendang kepala dan dada korban. Setelah itu korban dinaikan di atas motor untuk dibuang ke tempat penemuan mayat. (Baca. Dugaan Pembunuhan di Kendo, Kuburan Wawan Dibongkar, Polisi Otopsi Mayat Korban)

Namun di tengah jalan, mereka yang membawa korban ditahan oleh KD yang sedang berada di pinggir jalan dan mengira mereka pencuri kambing.

“Saat itu kami ditahan oleh KD, dia mengira kami pencuri kambing,” ungkapnya. (Baca. Warga Kendo Desak Polisi Serius Tangani Kasus Pembunuhan Wawan)

Setelah itu sambung YS, mereka melanjutkan untuk membuang korban. Usai membuang korban, YS pun kembali ke rumah TD untuk mengambil motor dan pulang kembali ke rumahnya di Kelurahan Paruga.

Kemudian, adegan dari saksi KD pemperagakan, setelah menahan mereka, TD yang memakai masker langsung mengeluarkan pistol dan menodong kepalanya. TD mengancam KD membunuh semua keluarganya, jika rahasia mereka diceritakan pada orang lain. Setelah mengancam dirinya, mereka pun melanjutkan membawa korban untuk dibuang.

Ibu Wawan pun memberikan kesaksian dalam rekonstruksi itu. Ia bercerita, setelah mengetahui adanya penemuan mayat, ia pun menuju tempat penemuan jasad tersebut. Waktu dibonceng oleh keluarganya, ternyata ada TD yang ikut dan berada di belakangnya.

Di tengah jalan, motor yang membawanya dihentikan oleh warga, dan meminta untuk tidak melihat mayat tersebut. Karena takut dirinya shok. Tiba-tiba TD yang berada di belakangnya turun dan merampas setir motor dan membawa dirinya pulang ke rumah.

“Saya kaget ada TD di belakang saya. Saya kira orang lain yang bonceng bertiga  dengan  kami. Saat itu saya mendengar kalimat spontan dari TD, mana YS, mana YS,” ucapnya.

Sedangkan Saksi lain NU asal Lingkungan Nggaralo Kelurahan Penanae saat memperagakan di lokasi rekonstruksi mengaku, mendengar komunikasi TD dengan orang lain lewat HP. Dirinya yang hendak ke tempat penemuan mayat, tepat berada di pinggir jalan, sekitar jarak 2 meter dia melihat TD mengendarai sepeda motor sambil menelpon. Dari komunikasi TD lewat Hp, dirinya mendengar kalimat TD yang menyuruh pergi jauh-jauh pada lawan bicaranya lewat HP.

“Kalimatnya ‘kalian harus pergi jauh-jauh sekarang juga,” ceritanya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bima Kota IPTU Hilmi Manossoh Prayugo mengaku, rekonstruksi merupakan bagian dari proses hukum untuk menyelesaikan kasus tersebut.

“Rekontruksi ini untuk memperkuat bukti dalam menyelesaikan proses hukum kasus pembunuhan itu,” ujarnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *