Petani Asal Lambu Meninggal Kesetrum Listrik

Kabupaten Bima, Kahaba.- Hamzah (60), petani asal Desa Mangge Kecamatan Lambu meninggal karena kesetrum kawat listrik di kebunnya sendiri, Jumat (22/3) sekitar pukul 21.00 Wita.

Hamzah terkapar tak bernyawa setelah kestrum listrik. Foto: Ist

Kasubbag Humas Polres Bima Kota IPTU Hasnun menyampaikan, kawat yang dialiri listrik melalui mesin generator itu dipasang oleh korban untuk menghalau hama babi kebunnya. Apa penyebab kaki korban bisa tersangkut di kawat, belum diketahui pasti.

Kata dia, mayat korban pertama kali dilihat oleh Aryo dan Guluan. Saat itu mereka mendengar orang yang berteriak di sekitar kebun korban. Setelah dicek, ternyata itu korban berteriak meminta tolong. Hanya saja nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

“Aryo dan Guluan melihat korban sudah dalam kondisi tengkurap dan tidak bernyawa karena kakinya terlilit kawat yang dialiri listrik,” ujarnya, Sabtu (23/3).

Setelah mengetahui korban sudah meninggal kata Hasnun, Aryo langsung menyuruh Guluan meminta bantuan masyarakat dan memberitahu kejadian itu ke keluarganya. Tidak lama kemudian, keluarga korban dibantu masyarakat mengevakuasinya ke rumah duka. Atas kejadian ini, keluarga korban tidak menuntut secara hukum dan sudah mengikhlaskannya.

“Kami mengimbau pada masyarakat agar lebih hati-hati dengan perangkat listrik yang dipasang untuk menyetrum hama babi, agar tidak mengalami nasib seperti Hamzah,” imbaunya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *