Kondisi Sanitasi dan PHBS Masyarakat Kabupaten Bima Masih Buruk, Dikes Gelar Orientasi STBM

Kabupaten Bima, Kahaba.- Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Bima mengelar Orientasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk Kepala Desa dan Camat se Kabupaten Bima, Senin (25/3) di ruang rapat Sekda Kabupaten Bima.

Rapat di ruangan Sekda Kabupaten Bima, membahas Orientasi STBM untuk Kepala Desa dan Camat se Kabupaten Bima. Foto: Yadien

Pada kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan bersama seluruh kepala desa, camat, DPMDes dan Bappeda berkomitmen meraih Kabupaten ODF pada tahun 2019.

Kepala Bidang P2PL Rifai mengatakan, kondisi sanitasi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masyarakat Kabupaten Bima masih buruk. Sebanyak 13,5 porsen masyarakat atau sekitar 16.660 rumah tangga masih membuang air besar sembarangan. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat khususnya ancaman penyakit menular berbasis lingkungan akan cukup tinggi.

“Sanitasi buruk juga sebagai penyebab tidak langsung dari prevalensi kasus stunting,” katanya.

Ia membeberkan, RPJMN tahun 2014-2019 mengamanatkan terpenuhinya akses sanitasi 100 persen pada akhir tahun 2019. Kabupaten Bima berkomitmen untuk mewujudkan target tersebut.

“Strategi yang digunakan untuk perbaikan sanitasi adalah Strategi STBM sesuai dengan Permenkes nomor 3 tahun 2014,” jelasnya.

Rifai menjelaskan, strategi STBM yaitu sebuah pendekatan untuk merubah penilaku hygienes dan sanitasi masyarakat dengan pemberdayaan masyarakat melaui metode pemicuan. Disamping itu juga perlu mengoptimalkan potensi yang ada terutama di OPD terkait.

Dia membeberkan, akses sanitasi Kabupaten Bima di 4 tahun terakhir sudah mengalami peningkatan. Namun belum mampu mencapai target yang diharapkan.

“Di Kabupaten Bima sudah 4 Kecamatan yang sudah menjadi Kecamatan ODF. Yakni Desa Wawo, Parado, dan Lambitu,” sebutnya.

Kepala DPMDes Andi Sirajudin menyampaikan, pemerintah desa harus membantu dan terlibat aktif membantu Dinas Kesehatan Kabupaten Bima untuk menyelesaikan sisa 13,5 porsen KK yang belum memiliki jamban tersebut.

“Kita semua harus ambil bagian untuk mengentaskan sisa yang 13,5 porsen ini,” ujarnya.

Kata dia, desa bisa menganggarkan dana desa untuk membantu masyarakat yang tidak mampu untuk membuat jamban. Ia bahkan memerintahkan agar dimasukan dalam program pemberdayaan.

Dirinya juga berharap semoga Kabupaten Bima berhasil menjadi Desa ODF tahun 2019 dengan memenuhi target pencapaian 100 persen.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *