KTM Tambora, Pembangunan Sektor Infrastruktur Lebih Dulu Baru Populasi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kota Terpadu Mandiri (KTM) merupakan program pemerintah Kabupaten Bima untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat pengembangan ekonomi rakyat. KTM adalah kawasan transmigrasi yang dirancang untuk pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Tambora dan sekitarnya.

Kepala Bidang Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten Bima Aries Munandar. Foto: Hardi

Kepala Bidang Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten Bima Aries Munandar menjelaskan, pemerintah pusat sedang melakukan evaluasi dari sekian banyak KTM yang ada di Indonesia. Salah satu yang dimaksud adalah KTM Tambora.

“Dari hasil evaluasi pusat, KTM Tambora masih dianggap sebagai daerah yang perlu dikembangkan lagi dari sisi infrastruktur,” ujar Aries, Selasa (26/3).

Menurut dia, posisi wilayah yang diharapkan akan menjadi sebuah kota itu tidak dibangun dengan serta-merta melalui aktivitas yang rendah. Tapi butuh proses dan waktu. Syaratnya adalah harus ada infrastruktur baru kemudian diikuti dengan populasi, bukan sebaliknya.

Dengan melihat populasi masyarakat Tambora yang sedikit, beberapa infrastruktur harus dibangun seperti jalan, infrastruktur kesehatan, pasar dan sejenisnya..

Kata Aries, ada beberapa orang sebelumnya yang merintis perkembangan KTM tersebut. Namun belum berlangsung maksimal. Kemudian tahun ini akan dimulai kembali dengan melakukan hal yang sama, melalui beberapa program yang akan mendulang perkembangan KTM dimaksud.

“Dulu, KTM itu tidak ada aktifitas, namun sekarang kita sedang bersinergi dengan yayasan Hidayatullah melalui sektor pendidikan. Agar memudahkan adanya populasi penduduk dan kita support itu,” katanya.

Ia membenarkan, bahwa untuk membantu perkembangan KTM Tambora, maka Disnakertrans akan mencoba masuk melalui sektor pendidikan dengan adanya pesantren di wilayah tersebut.

“Biasanya, santri akan suka tempat yang sepi. Jadi sekarang kami sudah melakukan penandatangan MoU melalui Kementrian RI dengan Pesantren Hidayatullah Pusat untuk membangun sektor pendidikan di sana,” bebernya.

Kemudian sektor lain yang akan dibangun adalah, sisi kewirausahaan melalui sektor pertanian dan peternakan lewat pembinaan yang akan dibantu pemerintah provinsi dan pusat.

Upaya lain yang dilakukan Disnakestrans dalam mengembangkan Kota Terpadu Mandiri ini ke depannya adalah, masuk ke lini kewirausahaan dan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kami akan masuk melalui wirausaha seperti produk madu, dan sisi SDM melalui BUMDes, tetapi akan dilakukan pelatihan dan pembinaan terlebih dahulu,” tambahnya.

*Kahaba-07

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *