Tantangan Pengembangan Wisata di Bima itu Kearifan Lokal

Kota Bima, Kahaba.- Dinas Parawisata (Dispar) Kabupaten Bima telah mencanangkan promosi wisata melalui beberapa event yang akan digelar tahun ini. Sejumlah event tersebut telah menjadi kalander wisata yang harus dijalankan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima Dahlan H Muhammad. Foto: Hardi

Hanya saja, pada beberapa agenda wisata yang sudah diprogramkan tersebut. Diakui Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima Dahlan H Muhammad ada tantangan pada pengembangan wisata di Kabupaten Bima, terutama soal kearifan lokal.

“Keadaan masyarakat yang tidak ingin menerima adanya perubahan menjadi penghalang bagi perkembangan wisata setempat,” ungkap Dahlan saat ditemui di ruangann, Rabu (27/3).

Mestinya menurut dia, masyarakat lokal, generasi muda dan semua elemen di sekitar lokasi wisata harus bisa menerima perubahan atau kehadiran orang lain di wilayahnya. Agar bisa membantu mensejahterakan ekonomi masyarakat sekitar melalui kunjungan wisata.

Karena, kehadiran wisatawan tentu tidak merubah kearifan lokal dan nilai-nilai yang ada di daerah setempat. Justru nilai-nilai itulah yang mesti dipromosikan dan dikembangkan, agar bernilai jual.

“Banyak tempat sejarah yang sekarang kearifan lokalnya hilang, itu semua karena tidak ada perawatan dan penjagaan,” ujarnya.

Dahlan mengaku, keuntungan memiliki obyek wisata yakni dapat mensejahterakan rakyat dari sisi ekonomi. Kemudian mencegah adanya urbanisasi ke kota, serta dapat memajukan wilayah setempat.

Ia juga mengungkapkan, saat ini Dispar Kabupaten Bima sedang menyusun Peraturan Daerah (Perda) RIPDA, sebagai payung hukum untuk menyusun program kepariwisataan. Dalam RIPDA ini terbagi dalam 6 zona kawasan pembangunan seperti Kawasan Lasakosa meliputi Lambu, Sape, dan Wawo, Kawasan Sangiang Api meliputi Wera dan Sangiang, Kawasan Donggo meliputi Donggo dan Soromandi, Kawasan Tambora meliputi Sanggar dan Tambora, kawasan Lewa Mori, mencakup Belo, Palibole, Woha, Monta dan Parado.

“Tempat wisata banyak sekali, membangunnya harus melalui tahapan-tahapan, sehingga nanti obyek wisata bisa dipromosikan dan ramai dikunjungi,” tukasnya.

Untuk meningkatkan kunjungan wisata tambahnya, Dahlan mengimbau kepada masyarakat agar bisa menghindari perkelahian antar wilayah, menjaga keamanan tempat tinggalnya masing-masing, sehingga dapat dirasakan kenyamanan saat wisatawan berkunjung ke obyek wisata yang dituju.

*Kahaba-07

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *