Potret Kehidupan Dae Sile, Puluhan Tahun Tinggal di Gubuk Lapuk

Kabupaten Bima, Kahaba.- Siapa yang tak teriris hatinya melihat potret kehidupan M Saleh Muhammad ini. Selama puluhan tahun pria asal Dusun Sarise RT 03 Desa Talabiu – Woha tersebut tinggal dan menghabiskan usia senjanya di gubuk lapuk.

Kondisi rumah Dae Sile yang memprihatinkan. Foto: Hardi

Dae Sile, begitu ia biasa disapa, selama ini hanya tinggal seorang diri. Tempat tinggalnya sudah tak layak huni. Dinding di sana sini berlubang, atap gentengnya bocor. Rumah panggung yang sudah tak mampu berdiri tersebut ditopang kayu yang sudah lapuk. Terpaksa, jika angin dan hujan lebat turun, ia terpaksa harus turun untuk istrahat dan berteduh di rumah tetangga.

“Kadang saat hujan atau angin kencang kondisi rumah terasa bergerak seakan mau roboh. Dia juga sering datang duduk di sini kala hujan datang,” ujar Nunung, tetangga Dae Sile, Jumat (29/3).

Kata Nunung, sehari-hari Dae Sile hanya bisa duduk, tidur, dan berangkat sholat di Masjid. Ia tak punya aktivitas lain karena kondisi fisik yang tak kuat.

Di sisa umurnya itu, kakek malang itu sudah tak mampu lagi beraktivitas, apalagi sekarang ia sudah tak lagi mampu berjalan karena kondisi kakinya seperti terkena struk.

Sementara itu, Ibrahim yang juga tetangga dekat Dae sile mengungkapkan, ia hanya tinggal seorang diri, tak ada Istri dan Anak. Kebutuhan sehari-harinya seperti makan dan minum juga hanya menunggu belas kasihan sealakadarnya dari masyarakat.

“Kami biasanya hanya membantu memberi makanan, beberapa tetangga lain juga melakukan hal yang sama,” tuturnya.

Kata Ibrahim, dari pemerintah juga belum pernah ada bantuan sama sekali. Kedatangan petinggi pemerintah itu hanya bisa memantau saja tetapi tidak pernah ada inisiatif untuk memperbaiki.

“Belum sama sekali ada bantuan dari pemerintah, kalaupun ada pasti kondisi rumah tak seperti ini,” tukasnya.

Harapan besar tetangga Dae Sile agar pemerintah bisa bergerak hatinya untuk dapat membantu. Agar tempat tinggal Dae Sile bisa diperhatikan.

*Kahaba-07

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *