Telkom Lounching Cut Off 16 Node MSAN 100 Persen Fiber di Sape

Kota Bima, Kahaba.- Kantor Daerah Telkom (Kandatel) Bima menghelat lounching Cut Off Node MSAN 100 persen di Kecamatan Sape, pekan kemarin. Acara tersebut dibarengi dengan Lounching Wifi Corner di STO Sape. Warga bisa memakai gratis wifi setempat.

Foto bersama karyawan Telkom setelah Lounching Cut Off 16 Node MSAN 100 Persen Fiber di Sape. Foto: Ist

ASMAN Suport Telkom  Bima Yati Sartika mengatakan, acara Lounching diresmikan oleh GM Witel NTB bersama Kepala Kandatel Bima. Pada kesempatan itu, GM Witel NTB mengapresiasi kegiatan yang digelar Kandatel Bima. Karena karena Kandatel Bima merupakan yang kedua menggelar Lounching MSAN seluruh Indonesia, setelah Kandatel Banjar Baru Kaltim.

“Diharapkan dengan 100 persen Fiber ini, pelayanan semakin maksimal,  dengan segala kelebihan dan semua layanan bisa terpenuhi,” katanya, Senin 1/4).

Dijelaskannya, kegiatan dimaksud juga diselingi dengan gowes dari touring dari STO Sape sampai ke Pantai Lariti. Dari kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan spirit karyawan serta menjaga agar tubuh tetap sehat dan bugar guna mendukung produktivitas kinerja.

Karyawan Telkom Gowes usai Telkom Lounching Cut Off 16 Node MSAN 100 Persen Fiber. Foto: Ist

Yati mengutarakan, Telkom sebagai penyedia jasa layanan telekomunikasi menggantikan kabel tembaga dan MSAN menjadi kabel Fiber Optik untuk meningkatkan layanan dan memenuhi kepuasan pelanggan.

“Ini merupakan upaya untuk memberikan pelayanan terbaik pada pelanggan. MSAN di Sape merupakan lokasi terakhir yang dilakukan shutdown dari 16 MSAN yang ada di area Bima,” tuturnya.

Ia menambahkan, setelah dari Sape, kini sudah tidak ada lagi pelayanan jaringan yang menggunakan tembaga. Mulai dari Dompu hingga Sape sudah diganti menggunakan fiber optik.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *