Dialog Publik Tentang Hoax, HMI Badko Nusra Hadirkan Penyelenggara Pemilu

Kota Bima, Kahaba.- Melihat penyebaran hoax dan isu Sara yang begitu pesat di tengah masyarakat dan media sosial (Medsos) jelang pemilu, HMI Badko Nusra melalui Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) menggelar dialog publik, Kamis (4/4) di Kantin Yuank.

Foto bersama usai Dialog Publik Tentang Hoax yang digelar HMI Badko Nusra. Foto: Hardi

Kegiatan tersebut menghadirkan beberapa narasumber. Di antaranya, Komisioner KPU Kabupaten Bima Ady Supriadin, Komisioner Bawaslu Kabupaten Bima Taufikurrahman, Kasat Bimas Polres Bima Kota M Yamin, dan mewakili akademisi Muhammad Yunus.

Ketua HMI Badko Nusra Rizal Mukhlis menyatakan, Pemilihan Umum (Pemilu) serentak Tahun 2019 tinggal menghitung hari, kegiatan dengan Tema “Generasi Milenial dalam mewujudkan Pemilu Damai Tanpa Hoax dan Isu Sara” tersebut merupakan salah satu pembahasan penting untuk menjawab persoalan-persoalan yang terjadi saat ini, khususnya di Bima.

“Ini kegiatan kedua yang kami gelar sebagai upaya meminimalisir dan mengantisipasi hoax yang marak terjadi. Terutama di Kota dan Kabupaten Bima,” ujarnya.

Di sisi lain, Divisi SDM dan Sosialisasi Masyarakat KPU Kabupaten Bima Ady Supriadin menyampaikan, antisipasi pencegahan dan sosialisasi pemilu yang intens dapat menangkal hoax dan isu Sara, serta menumbuhkan kesadaran baru dari masyarakat untuk menyukseskan pesta demokrasi tahun ini.

“Saya melihat partsipasi masyarakat dan sejumlah elemen sudah mulai berkembang, terutama dalam hal menyukseskan pemilu,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ady juga menyosialisasikan bagaimana tata cara pencoblosan yang dinyatakan sah dan tidak sah, serta memperkenalkan jenis warna surat suara pemilu.

Menurut dia, jalinan komunikasi yang baik melalui diskusi seperti ini akan membangun pola berpikir yang baik. Momentum ini juga sangat bagus untuk KPU untuk menyosialisasikan kepada generasi milenial.

Hal senada juga disampaikan Komisioner Bawaslu Kabupaten Bima Taufikurahman, ia menegaskan kepada peserta yang hadir untuk mengantisipasi terjadinya money politik. Pihaknya telah menekankan kepada Pengawas Kecamatan (Panwascam) serta pengawas TPS Desa untuk selalu mengawasi adanya kecurangan dalam pemilu serentak nantinya.

“Ketika melihat ada kecurangan dalam proses pemilu, segera laporkan kepada kami. Tindakan seperti itu akan kami usut sampai tuntas,” tegasnya.

*Kahaba-07

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *