Bantuan Banjir Dari Pemkot Bima Ditolak Bupati Dompu, Begini Penjelasan Humas Dompu

Kota Bima, Kahaba.- Berbuat baik pun tak selamanya bisa diterima baik. Mungkin demikian yang harus diterima rombongan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bima yang membawa bantuan untuk korban banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Dompu.

TSBK saat menyimpan kembali bantuan banjir di kantor BPBD Kota Bima. Foto: Ist

Sejak pagi, rombongan pemerintah yang dipimpin Sekda Kota Bima, Kepala BPBD, Kepala Dinas Sosial, Ketua TP PKK Kota Bima, TSBK, FTSB serta sejumlah relawan lain, berkumpul untuk mengantar bantuan bencana tersebut. Hanya saja, bantuan tanggap darurat tersebut ditolak Bupati Dompu.

Ketua TSBK Kelurahan Paruga Jauhar yang ikut rombongan itu mengungkapkan, bantuan tersebut dibawa untuk warga Dompu yang terdampak banjir. Jenis bantuan seperti beras 2 ton, mie instan, air mineral dan kebutuhan penting lain.

“Saat kami ingin menyalurkan bantuan, Bupati Dompu menolak untuk menerimanya. Alasannya, banjir yang berada di wilayahnya tidak sebesar yang diberitakan oleh media,” ungkap Jauhar.

Karena bantuan ditolaknya kata dia, seluruh tim yang berangkat merasa sedih. Karena tidak bisa memberikan bantuan untuk warga yang tertimpa musibah.

“Banjir bandang 3 tahun lalu menimpa Kota Bima, masyarakat Dompu yang membantu kami. Mulai dari lauk pauk, mie, air mineral, pakaian serta kebutuhan penting lainnya,” bebernya.

Terhadap sikap kepala daerah tersebut, sebagai TSBK belum bisa bersikap apa-apa. Yang terpenting sudah berniat membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Sementara itu Kepala BPBD Kota Bima H Sarafudin yang dikonfirmasi enggan berkomentar, karena masih dalam tahap negoisasi.

“Masih negoisasi, jika bisa tanyakan ke Sekda lagi. Saya belum bisa memberikan keterangan,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Dompu Muhammad Iksan menjawab tidak tahu jika ada bantuan yang dibawa pulang kembali oleh Pemerintah Kota Bima. Tapi yang diketahuinya, bantuan tersebut justru sudah ada berita acara serah terima.

“Ada berita acara serah terima barang, bantuan itu malah sudah dibongkar, artinya diterima. Kalau dibawa pulang kami tidak tahu,” katanya.

Iksan menegaskan, Bupati Dompu bukan tidak menerima bantuan tersebut. Hanya saja kecewa dengan pemberitaan sejumlah media massa tentang banjir tersebut. Karena kenyataannya, banjir tidak sebesar yang diberitakan.

“Memang ada rumah yang terendam, tapi di bantaran sungai, itu sih lazim. Kalau di luar bantaran sungai baru dibilang banjir,” tegasnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap berterimakasih untuk niat baik Pemerintah Kota Bima, karena bantuan itu rahmat yang memang harus diterima.

“Cuma tadi Bupati Dompu kaget saja ko’ keluarga di Kota Bima bawa bantuan yang begitu banyak. Lebih banyak dari korban banjir yang sebenarnya,” tandasnya.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *