Begini Penjelasan Bendahara Soal Anggaran Upacara HUT Pol PP

Kabupaten Bima, Kahaba.- Bendahara Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima Siswanto berkomentar soal penggunaan anggaran upacara HUT Pol PP tingkat NTB yang dihelat di Kota Bima tanggal 25 maret lalu. (Baca. Keringat Sudah Kering, Honor Upacara HUT Pol PP Belum Dibayar, Kemana Anggaran Rp 900 Juta?)

Bendahara Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima Siswanto. Foto: Bin

Lebih awal dirinya menegaskan, anggaran upacara HUT Pol PP bukan Rp 900 juta, tapi sebanyak Rp 306 juta. Dana itu digunakan untuk sewa hotel, makan minum, belanja sewa terop, baliho termasuk honor. (Baca. Anggaran Urunan Upacara HUT Pol PP Baru Terkumpul Rp 21 Juta dan Belum Terpakai)

“Anggaran itu hanya Rp 306 juta. Kalau pengadaan seragam dan atribut itu tidak masuk dalam Rp anggaran Rp 306 juta itu,” tegasnya saat ditemui sejumlah media, Senin (8/4).

Diakui Sis, sapaan akrabnya, dari anggaran upacara tersebut, sebanyak Rp 60 juta lebih dikembalikan, karena penggunaannya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Seperti pada anggaran sewa hotel, yang semula senilai Rp 138 juta, karena yang terpakai hanya Rp 77 juta, maka sisanya dikembalikan.

“Begitu juga pada anggaran lain yang tak terpakai, kita kembalikan dengan jumlah total sebanyak Rp 60 juta. Karena kita tidak bisa SPJ. Jadi pakainya harus ril, nanti bisa kena temuan,” jelasnya.

Ditanya lebih jauh soal anggaran pengadaan seragam dan atribut lain, karena sampai saat ini masih banyak yang belum dibeli? Sis memilih untuk tidak ingin berkomentar, karena dirinya tidak hafal berapa nilai untuk pengadaan itu,

“Berapa jumlah anggaran pengadaan saya tidak tahu, saya harus lihat dulu dalam DPA. Kenapa belum dibeli seragam juga, jangan tanya saya,” elaknya.

Soal honor? Ia menjelaskan, anggaran honor Pol PP untuk upacara HUT hanya tertuang sebesar Rp 5 juta. Uang itu pun sedang dibagikan dengan nilai yang tidak begitu banyak untuk 1 orang Pol PP.

Kemudian menjawab soal dana urunan dari daerah lain di NTB? Sis juga tidka ingin berkomentar, karena memang bukan dirinya yang memegang uang tersebut.

“Saya tidak pegang uang urunan itu. Uang itu tidak tahu masuk ke rekening siapa. Tanyakan ke bendahara kegiatan HUT selaku Kasubbag Keuangan,” sarannya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *