Upacara HUT Pol PP Selesai, Pengadaan Seragam Belum Ada, Kemana Uang Itu?

Kota Bima, Kahaba.- Rupanya Pol PP Kota Bima yang bertugas saat pelaksanaan Upacara HUT Pol di Lapangan Serasuba tanggal 25 Maret 2019 lalu, masih mengenakan seragam dan atribut lama. Padahal, anggaran pengadaan seragam sudah disiapkan. Namun hingga saat ini tidak terpakai.  (Baca. Keringat Sudah Kering, Honor Upacara HUT Pol PP Belum Dibayar, Kemana Anggaran Rp 900 Juta?)

Anggota Pansus Kawasan Amahami Nazamuddin. Foto: Bin

Untuk diketahui, yang baru saat upacara waktu itu, hanya sepatu, helm, syal dan kaos tangan. Sementara perlengkapan penting lain seperti baju seragam dan atribut pendukung penting hingga saat ini belum dibeli. (Baca. Anggaran Urunan Upacara HUT Pol PP Baru Terkumpul Rp 21 Juta dan Belum Terpakai)

Ditambah lagi dengan seragam Walikota dan Wakil Walikota Bima yang hanya mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL). Padahal, sesuai dengan kapasitas kepala daerah, seragam yang dipakai menggunakan Pakaian Dinas Upacara (PDU). Lantas dimana alokasi anggaran untuk sejumlah pengadaan tersebut? (Baca. Begini Penjelasan Bendahara Soal Anggaran Upacara HUT Pol PP)

Sekretaris Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima Syarif Rustaman berujar, pengadaan itu memang untuk Upacara HUT Pol PP. Namun tidak tahu pasti kenapa hingga saat ini pengadaan itu tidak dilakukan.

“Ya maksud pengadaan seragam itu untuk buat Pol PP gagah,” ujarnya, Senin pekan ini.

Sementara itu, Bendahara Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima Siswanto saat ditanya soal pengadaan itu enggan berkomentar lebih jauh. Namun dirinya memastikan, anggaran pengadaan seragam senilai ratusan juta berbeda dengan anggaran untuk Upacara HUT Pol PP sebesar Rp 306 juta.

“Anggaran Upacara HUT Pol PP dan pengadaan seragam itu beda. Kenapa belum pengadaan, saya juga tidak tahu,” tutur Sis, sapaan akrabnya.

Menanggapi masalah itu, anggota DPRD Kota Bima Nazamuddin angkat bicara. Dirinya pun menyesalkan sikap dinas setempat yang tidak memanfaatkan anggaran yang sudah ada tersebut.

Menurut pria yang juga Ketua PKPI Kota Bima itu, anggaran itu khusus untuk menyambut Upacara HUT Pol PP tingkat NTB yang dilaksanakan di Kota Bima. Karena diajukan, pemerintah kemudian menganggarkan untuk pengadaan seragam dan sejumlah aksesoris pendukung lain.

“Itu anggaran belanjakan untuk seragam upacara. Sekarang upacara selesai, seragam tidak ada. Kemana uang itu,” sorotnya, Selasa (9/4).

Ia menilai, ini menandankan tidak adanya perencanaan yang matang yang dilakukan Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima. Sehingga anggaran tidak digunakan dengan maksimal. Artinya, dalam perencanaan anggarannya, masih perlu adanya kajian lebih mendalam, sehingga tidak terjadi hal seperti ini.

“Saya sesali, anggarannya tersedia justru tidak terpakai,” sesalnya.

Menurut Nazamuddin, persoalan pengadaan ini bukan masalah sederhana, apalagi pemerintah harus menggelontorkan anggaran ratusan juta. Ketika OPD sudah mengusulkan, lalu ditetapkan oleh dewan dalam APBD, ada kewajiban untuk membelanjakan, itu perintah UU.

“Ketika uang itu tidak dibelanjakan, apa alasan Pol PP tidak bisa membelanjakannya. Padahal sejak 2 Januari anggaran itu sudah bisa direalisasikan,” ungkapnya.

Ia pun meminta agar Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima untuk secepatnya menggunakan anggaran dimaksud. Meski seragam dari pengadaan itu tidak bisa dipakai saat upacara HUT Pol PP.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *