Petani Garam di Kabupaten Bima Akhirnya Dapat Akses KUR

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kemenko Perekonomian bekerja sama dengan sejumlah Bank di Bima menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Garam Rakyat di Kabupaten Bima. Penyaluran yang difasilitasi oleh BNI Cabang Bima itu dilakukan secara simbolis kepada sejumlah petani garam di Gedung seni dan Budaya Kota Bima, Sabtu (13/4).

Foto bersama usai penyerahan KUR secara simbolis. Foto: Ist

Asisten Deputi Pertanian dan Peternakan Kemenko Perekonomian Jafi Alzagadli saat sambutan menyampaikan, Kemenko Perekonomian bekerjasama dengan Bank BNI menyelenggarakan kegiatan penyaluran KUR Garam Rakyat serentak di 6 lokasi. Masing – masing di Kabupaten Pamekasan Jawa Timur (lokasi utama), Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Kabupaten Rembang Jawa Tengah, Kabupaten Jeneponto Sulsel, Kabupaten Kupang NTT.

“Di NTB, disalurkan ke petani garam yang ada di Kabupaten Bima NTB,” ujarnya.

Diakui Jafi, sejak diluncurkan dengan skema KUR subsidi bunga, akumulasi KUR yang telah disalurkan sejak 2015 hingga akhir Maret 2019 sebesar Rp368,8 Triliun dan diberikan kepada 15,2 juta debitur dengan NPL tetap terjaga sebesar 1,4 persen.

“Pada tahun 2019, telah ditetapkan target plafon KUR sebesar Rp140 Triliun. Realisasi penyaluran KUR secara nasional pada periode 1 Januari sampai dengan 31 Maret 2019 adalah Rp35,2 triliun dan diberikan kepada 1,3 juta debitur,” paparnya.

Provinsi Nusa Tenggara Barat sendiri merupakan provinsi dengan penyaluran KUR tertinggi ke-14 secara nasional. Adapun total penyaluran KUR di Nusa Tenggara Barat sejak 2015 sampai dengan 31 Maret 2019 yaitu sebesar Rp 7,043 Triliun kepada 298.221 debitur atau sebesar 1,97 persen dari total penyaluran KUR secara nasional.

Sedangkan untuk periode 1 Januari 2019 sampai dengan 31 Maret 2019 saja, penyaluran KUR di Nusa Tenggara Barat mencapai Rp 423 Miliar kepada 14 ribu debitur.

Secara nasional akumulasi kata Jafi, penyaluran KUR Garam sejak tahun 2015 hingga 31 Maret 2019 telah mencapai Rp17,5 Miliar (0,01 persen dari total akumulasi plafon KUR) dan diberikan kepada 650 debitur. Pada periode yang sama, penyaluran KUR sektor garam di Provinsi Nusa Tenggara Barat mencapai Rp 887 juta yang disalurkan kepada 46 debitur.

Selain dari sisi jumlah plafon dan kualitas penyalurannya, pemerintah senantiasa mendorong optimalisasi penyaluran KUR di sektor produksi. Sejak tahun 2017, pemerintah telah menetapkan target minimum penyaluran KUR di sektor produksi sebesar 40 persen dan meningkat 10 persen setiap tahunnya.

Foto bersama usai penyerahan CSR. Foto: Ist

“Selanjutnya, target penyaluran KUR di sektor produksi ini akan terus ditingkatkan oleh pemerintah, sampai penyaluran KUR di sektor produksi mencapai 70 persen dari total penyaluran KUR,” katanya.

Di tempat yang sama, Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri menyampaikan, ini salah satu langkah maju dan perhatian pemerintah pusat kepada petani garam. Karena ini untuk pertama kalinya diberikan kepada petani garam.

“Ini perhatian yang sangat luar biasa untuk para petani garam,” ungkapnya.

Diakui Bupati, Kabupaten Bima yang diharapkan dari hasil petani tambak garam dapat membantu mendukung swasembada garam. Dengan potensi lahan 4.700 Ha, kemudian lahan yang baru dimaksimalkan sekitar 1.782 Ha telah menghasilkan garam K 1 dan K2 145 ribu ton, atau baru sekitar 30 persen dari keseluruhan potensi lahan yang ada. Sisanya masih berkualitas rendah.

“Semoga pemberian KUR ini semakin meningkatkan usaha petani garam, sehingga dapat memberikan hasil yang lebih dan meningkatnya harga garam dan kualitas garam yang lebih baik,” inginnya.

Sementara itu, Rafili Muhammad Hilman dari Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM menambahkan, kegiatan penyaluran KUR Garam Rakyat di Kabupaten Bima juga melibatkan Penyalur dan Penjamin KUR selain BNI yang bertindak sebagai Host, yaitu BRI, Bank Mandiri, BRI Syariah, Bank NTB Syariah, Perum Jamkrindo, dan PT. Askrindo

Selain simbolis penyaluran KUR Garam Rakyat kepada Debitur KUR Sektor Garam dari Debitur KUR Bank BNI, BRI, Bank Mandiri, BRI Syariah di Kabupaten Bima juga menyalurkan CSR kepada Petani dan Petambak Garam.

BNI sejumlah 2 unit pompa air, BRI 1 unit Pompa Air dan 1.000 karung garam, Bank Mandiri 2 unit Pompa  Air, BRI Syariah berupa 1 unit Pompa Air dan 1000 karung garam, Bank NTB Syariah berupa 1 unit Pompa Air dan 1.000 karung garam, Jamkrindo 2 unit Pompa Air dan Askrindo 2 unit Pompa  Air.

Ia memaparkan, pemerintah sudah memiliki kebijakan penyaluran KUR Garam Rakyat melalui Permenko nomor 11 tahun 2017 perubahannya Pemenko nomor 8 tahun 2018. Harapannya melalui kebijakan ini, penyakuran KUR melalui bank penyalur KUR bisa semakin masif.

“Dari bantuan ini juga diharapkan dapat meningkatkan usaha tani garam. Selain itu, dapat meningkatkan perekonomian petani dan petambak garam yang ada di Kabupaten Bima,” harapnya.

*Kahaba-01

 

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *