Puskesmas Bolo Tangani 7 Pasien Akibat Digigit Anjing

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sejak bulan Februari hingga April 2019, sebanyak 6 warga Kecamatan Bolo dirawat intensif di Puskesmas Bolo karena digigit anjing.

Programer DBD Puskesmas Bolo Salmah. Foto: Yadien

Petugas Sulance Puskesmas Bolo Salmah yang dikonfirmasi mengatakan, 6 orang warga Kecamatan Bolo tersebut terdiri dari 2 orang warga Desa Tumpu yang digigit bulan Februari, 1 warga Desa Rato digigit bulan Maret, dan 3 orang warga Desa Nggembe.

“2 orang warga Desa Nggembe digigit bulan Maret dan 1 lainya digigit Minggu kemarin,” ujarnya, Senin (15/4).

Kata dia, sampai sekarang pihak Puskesmas Bolo belum mengetahui apakah anjing yang menggigit warga terjangkit rabies atau tidak. Kendati demikian, 6 orang korban tersebut telah diberi perawatan dan disuntik vaksin sebagai upaya antisipasi.

Selain 6 orang warga Kecamatan Bolo kata Salmah, 1 orang warga Kecamatan Donggo juga dirawat di Puskesmas Bolo akibat digigit anjing saat beladang di Desa Calabai Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu.

“Itupun sudah diberi perawatan dan disuntuk vaksin,” tuturnya.

Menurut Salmah, semakin hari jumlah warga yang digigit oleh anjing semakin meningkat. Meskipun belum diketahui jelas apakah terjangkit rabies atau tidak, ia berharap semua pihak berperan dalam mengatasinya, terutama warga pemelihara anjing dan Dinas Peternakan.

“Harus segera ditangani serius ini. Anjing-anjing itu harus segera divaksin,” ungkapnya.

Kepala Puskesmas Bolo Nurjanah membenarkan jika puskesmas setempat telah merawat 6 warga setempat yang menjadi korban anjing. Meskipun belum diketahui apakah terjangkit rabies atau tidak, namun semua korban telah disuntik vaksin.

“Semuanya sudah disuntik vaksin dan antibiotik,” ujarnya.

Selain itu kata dia, pihaknya juga telah mengarahkan semua korban gigit anjing agar melaporkan ke UPT Peternakan Bolo. Sehingga bisa diperiksa dan diagnose apakah anjing yang mengigit korban tergolong rabies atau tidak.

“Kalau sudah diketahui rabies bisa diberikan penanganan yang lebih intens,” katanya.

Dirinya berharap pemerintah desa dan dinas peternakan harus segera bertindak dan berkolaborasi untuk memberantas anjing yang kerap mengigit warga karena dikhawatirkan terjangkit rabies. Selain itu, juga agar segera dilakukan vaksinasi terharap semua anjing di kecamatan setempat.

“Harus kerja sama semua pihak. Termasuk pemelihara anjing. Jangan marah kalau anjingnya disuntik petugas,” imbaunya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *