6 Warga Bolo yang Digigit Anjing Tidak Terinfeksi Rabies

Kabupaten Bima, Kahaba.- Menanggapi adanya 6 orang warga Kecamatan Bolo yang digigit anjing sejak Februari hingga April 2019, UPT Peternakan Bolo Amran menegaskan bahwa anjing-anjing yang mengigit 6 warga tersebut tidak terinfeksi rabies. (Baca. Puskesmas Bolo Tangani 7 Pasien Akibat Digigit Anjing)

UPT Peternakan Bolo Amran. Foto: Yadien

“Kami sudah periksa, anjing-anjing itu tidak terinfeksi rabies. Jadi tidak terlalu berbahaya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (16/4).

Kata dia, bulan lalu pihaknya turun ke semua desa yang ada di kecamatan setempat untuk suntik vaksinasi anjing. Itu sebabnya diketahui bahwa anjing yang mengigit 6 korban tersebut tidak terinfeksi rabies.

“Bulan lalu sekitar 200 anjing sudah kami suntik vaksinasi,” katanya.

Ia menjelaskan, meskipun ada korban yang digigit sebelum vaksinasi. Namun pihaknya telah memeriksa anjing tersebut pasca mengigit korban dan diketahui bukan anjing rabies.

Sesuai arahan Bupati Bima kata dia, anjing rabies menjadi perhatian serius dinas pertanian. Karena itu pihaknya intens memeriksa anjing yang ada di wilayah setempat. Bahkan jika ada laporan masyarakat adanya anjing yang mengigit korban, maka akan diperiksa.

“Ini menjadi perhatian serius kami. Anjing yang mengigit warga Desa Nggembe hari Minggu (14/4) juga sudah kami periksa dan ternyata anjing itu sudah kami vaksinasi,” ungkapnya.

Amran mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati jika ada anjing di sekitarnya. Terutama anjing liar. Pasalnya, anjing liar sangat sulit untuk divaksinasi.

“Pokoknya waspada saja. Kalau ada yang digigit segera laporkan kepada kami dan bawa ke puskesmas,” imbaunya.

*Kahaba-10 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *