Pasien ISPA Meningkat, DLH Minta Petani Tidak Bakar Jerami

Kota Bima, Kahaba.- Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima Abdul Haris mengungkapkan, di RSUD terdapat banyak anak-anak yang berobat akibat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Ini diakibatkan karena adanya pembakaran jerami para petani.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kota Bima Abdul Haris. Foto: Deno

Ia menyampaikan, beberapa hari terakhir, tingkat pencemaran udara dibeberapa wilayah sangat tinggi. Karena pembakaran jerami petani, mengakibatkan bayi dan anak-anak yang alami gangguan pernapasan dan terkena Ispa.

“Di RSUD Bima pasien ISPA semakin bertambah,” ungkapnya, Jumat (19/4).

Menurut Haris, pencemaran udara akibat membakar jerami sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak yang daya tahan tubuhnya tidak kuat. Untuk itu, pihaknya meminta agar petani tidak lagi membakar jerami. Karena membakar jerami tidak hanya menyebabkan sebagian unsur hara hilang, tetapi juga berdampak polusi udara dan gangguan kesehatan masyarakat di sekitarnya.

“Selain itu, membakar jerami dan sampah sembarangan melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2018 tentang persampahan,” ungkapnya.

Sementara itu Humas RSUD Bima Muhammad Akbar membenarkan meningkatnya pasien bayi dan anak-anak yang terkena ISPA. Selain berobat di RSUD, pasien juga banyak yang mendatangi tempat prakteknya untuk mengobati penyakit yang mengakibatkan sesak napas tersebut.

”Benar banyak pasien yang terkenba ISPA akhir-akhir ini,” akuinya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *